KEEROM - Penjabat Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, secara resmi memimpin pelaksanaan panen raya jagung nasional yang dipusatkan di Kampung Sanggaria, Arso 1, Kabupaten Keerom, pada Kamis (30/4/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, untuk melihat langsung hasil kerja keras para petani lokal di wilayah tersebut.
Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Keerom dipilih sebagai lokasi panen karena dinilai memiliki potensi lahan yang sangat produktif untuk pengembangan komoditas jagung. Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah lain di Papua untuk lebih serius menggarap sektor pertanian berbasis masyarakat.
Berdasarkan data lapangan, hasil panen kali ini menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Dari lahan seluas 6 hektare yang dikelola secara intensif, para petani berhasil memproduksi sekitar 30 ton jagung. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa tanah Papua memiliki kesuburan yang luar biasa jika didukung dengan manajemen pengelolaan lahan yang tepat dan berkelanjutan.
“Hasil panen kali ini mencapai sekitar 30 ton dari lahan seluas 6 hektare. Ini membuktikan bahwa jika dikelola dengan baik, sektor pertanian kita mampu memberikan hasil yang signifikan,” ujar Matius D. Fakhiri di sela-sela kegiatan panen tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang telah konsisten menggarap lahan mereka hingga mencapai masa panen.
Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan produksi komoditas strategis. Jagung menjadi salah satu fokus utama karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan peran krusial dalam rantai pasok pangan, baik untuk konsumsi manusia maupun kebutuhan pakan ternak.
Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika ekonomi global. Menurut Gubernur, Papua harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan pokok. Kemandirian pangan bukan sekadar target administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Bumi Cenderawasih.
Lebih jauh, Fakhiri memproyeksikan bahwa Papua tidak hanya akan berhenti pada pemenuhan kebutuhan lokal. Dengan luas lahan yang tersedia dan produktivitas yang terus meningkat, Papua memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan yang menyuplai kebutuhan nasional di masa mendatang.
“Papua tidak hanya harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan nasional,” tegasnya. Hal ini selaras dengan visi pemerintah pusat yang mendorong daerah-daerah potensial di wilayah timur Indonesia untuk menjadi pilar baru kedaulatan pangan nasional.
Pemerintah Provinsi Papua memastikan akan terus hadir mendampingi para petani melalui berbagai program stimulan. Gubernur menyatakan bahwa keberhasilan di sektor pertanian tidak bisa hanya mengandalkan semangat petani saja, tetapi harus didukung oleh ekosistem pertanian yang komprehensif dari hulu hingga ke hilir.
Dukungan yang disiapkan mencakup penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih modern, pendampingan teknis secara berkala oleh tenaga ahli, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas. Pemerintah menyadari bahwa kendala utama petani seringkali terletak pada distribusi dan pemasaran hasil panen, sehingga intervensi pemerintah di sektor ini menjadi sangat krusial.
Dengan adanya kepastian akses pasar, para petani diharapkan tidak lagi ragu untuk meningkatkan skala produksi mereka. Pemerintah daerah berupaya menjembatani hasil panen petani dengan industri atau pasar-pasar besar, sehingga nilai ekonomi yang diterima petani bisa lebih maksimal dan berdampak pada peningkatan taraf hidup mereka.
Melalui panen raya di Keerom ini, semangat para petani di seluruh Papua diharapkan semakin terpacu. Pemerintah optimistis bahwa jika sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok tani terus terjaga, sektor pertanian akan tumbuh menjadi kekuatan utama ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.