Kadin Papua Perluas Pendampingan Petani, Raih 30 Ton Jagung

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 23:01:24 WIB
Kadin Papua panen jagung 30 ton hasil pendampingan petani di Keerom.

Jayapura — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua mengintensifkan pendampingan kepada petani di Tanah Papua sebagai upaya mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini dirancang bukan hanya sebagai intervensi sekali jalan, melainkan pembinaan jangka panjang agar petani mampu mandiri mengelola usaha pertanian mereka.

Hasil Nyata: Panen Jagung 30 Ton di Keerom

Ketua Umum Kadin Provinsi Papua, Jacleana Joku, menyampaikan pencapaian konkret dari program pendampingan tersebut. "Pada Kamis (30/4) kami melakukan panen jagung sebanyak 30 ton di Kabupaten Keerom di mana ini merupakan hasil pendampingan Kadin melalui pembinaan di Koperasi Bina Mandiri Papua," kata Joku saat ditemui di Jayapura, Jumat.

Pencapaian ini menunjukkan efektivitas pendekatan kolaboratif yang melibatkan Kadin sebagai pendamping, koperasi sebagai wadah kelembagaan, dan petani sebagai pelaku utama di lapangan.

Pendampingan Holistik: Dari Produksi Hingga Pemasaran

Program pendampingan yang dikembangkan Kadin Papua tidak hanya berfokus pada aspek produksi semata. Menurut Joku, pendekatan yang diambil jauh lebih komprehensif dan terukur. "Pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas kelembagaan koperasi, akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi pertanian," jelasnya.

Strategi ini dirancang untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh, sehingga petani tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih baik dan penguasaan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Rencana Ekspansi Program ke Seluruh Wilayah Papua

Kadin Papua berencana memperluas jangkauan program pendampingan ke berbagai daerah lainnya di Tanah Papua. Hal ini dilakukan agar dampak positif dari pendampingan dapat dirasakan secara merata oleh petani di berbagai wilayah, bukan hanya terkonsentrasi di lokasi tertentu.

"Untuk itu program pendampingan tersebut akan diperluas agar dampaknya dirasakan merata dan ini juga merupakan salah satu upaya Kadin dalam mendorong perekonomian Papua lebih baik lagi," ungkap Joku.

Dukungan Gubernur: Kunci Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, memberikan apresiasi terhadap langkah Kadin tersebut sebagai upaya konkret dalam mendorong kemandirian pangan di daerah. "Kami menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan petani menjadi kunci dalam membangun sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan di Papua," kata Fakhiri.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar Papua tidak terus bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. "Kami punya potensi besar yang harus dikelola secara optimal. Ke depan, program pendampingan petani yang diinisiasi Kadin Papua diharapkan mampu menciptakan ekosistem agribisnis yang kompetitif serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di Tanah Papua," ujarnya.

Kolaborasi antara Kadin, pemerintah daerah, dan petani diharapkan menjadi model berkelanjutan untuk memperkuat fondasi pertanian Papua dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara luas.

Reporter: Redaksi
Back to top