JAYAPURA — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Horison, Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura ini dijadwalkan berjalan selama dua hari hingga Selasa (5/5/2026).
Kegiatan bertema “Sinergitas pengusaha muda Papua untuk Indonesia emas 2045” tersebut menjadi ruang konsolidasi internal. Selain penguatan organisasi, forum ini fokus pada peningkatan kapasitas kader agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Ketua Panitia, Burhanuddin, menjelaskan bahwa rangkaian agenda ini memiliki tiga fokus utama. Selain merumuskan program strategis BPD HIPMI Papua periode 2026–2029, panitia menekankan pentingnya pemantapan ideologi organisasi melalui Diklatda dan perluasan jejaring usaha lewat Forbisda.
“Kami berharap melalui kegiatan ini lahir kolaborasi nyata antara pengusaha, pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, khususnya di Tanah Papua,” ujar Burhanuddin di sela-sela pembukaan kegiatan.
Rangkaian acara tidak hanya berisi rapat internal, tetapi juga melibatkan seminar bisnis dan sesi networking. Panitia menghadirkan sejumlah pemateri dari unsur pemerintah, akademisi, hingga praktisi bisnis untuk memberikan perspektif baru bagi para pengusaha muda di Papua.
Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, yang hadir dalam pembukaan memberikan apresiasi terhadap langkah HIPMI. Menurutnya, Papua saat ini masih berhadapan dengan tantangan fundamental, seperti keterbatasan kapasitas kewirausahaan lokal dan rendahnya daya saing sektor UMKM.
“HIPMI memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik, sekaligus sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang inovatif dan berdaya saing,” tutur Fakhiri.
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi dunia usaha. Fakhiri menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) dan masifnya pembangunan infrastruktur di Papua harus dioptimalkan oleh pengusaha lokal agar tercipta transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI sekaligus Satgas Energi, Jay Aryaputra Singgih, menegaskan bahwa Rakerda ini merupakan tahapan krusial menuju Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI. Ia mengingatkan bahwa pengusaha muda Papua tidak boleh hanya mengejar kesuksesan finansial semata.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pengusaha muda yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan mampu berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional,” kata Jay Aryaputra.
Ia menambahkan, HIPMI harus mampu mencetak generasi yang mandiri dan inovatif. Kesiapan menghadapi persaingan di tingkat regional dan internasional menjadi harga mati agar pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran pengurus BPD HIPMI Papua, perwakilan BPC dari kabupaten dan kota se-Papua, unsur pemerintah daerah, serta mitra strategis perbankan dan pelaku usaha lainnya.