SUPIORI — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus mematangkan rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan berkelanjutan di Bumi Cendrawasih. Langkah terbaru dilakukan melalui audiensi antara manajemen PLN dengan Pemerintah Kabupaten Supiori di Aula Kantor Bupati, Rabu (30/4).
Pertemuan ini dihadiri langsung Bupati Supiori Heronimus Mansoben, Wakil Bupati Sahrul Hasanudin Nunsi, serta General Manager PLN UIP MPA Raja Muda Siregar. Fokus utama koordinasi ini adalah menyatukan komitmen lintas sektor agar proyek PLTM Wabudori berjalan sesuai target yang ditetapkan.
PLN melaporkan bahwa pembaruan dokumen Feasibility Study (FS) serta Detail Engineering Design (DED) telah rampung pada Januari 2026. Tahapan fundamental ini menjadi basis teknis sebelum memasuki fase konstruksi fisik di lapangan.
Guna memastikan aspek legalitas dan lingkungan, PLN telah berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Lembaga yang terlibat antara lain Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, BKSDA, BPKH, hingga ATR/BPN guna penyelarasan aspek tata ruang.
"PLN terus memastikan seluruh tahapan pengembangan PLTM Wabudori berjalan profesional dan terukur. Kami mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap koordinasi perizinan," ujar General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar.
Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menegaskan bahwa kehadiran pembangkit listrik tenaga air ini merupakan aspirasi lama masyarakat. Proyek ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan keandalan energi di wilayah tersebut.
"Kehadiran pembangkit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan listrik yang lebih stabil. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Heronimus.
Pemerintah daerah berkomitmen membantu percepatan proses yang menjadi kewenangan kabupaten. Wakil Bupati Sahrul Hasanudin Nunsi menambahkan, penguatan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar implementasi di lapangan berjalan efektif.
Pihak PLN menargetkan PLTM Wabudori dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2029. Jadwal ini berpeluang dipercepat jika proses pengalihan perizinan dari Pemkab Supiori kepada PLN berjalan lancar.
Saat ini, pengalihan status pemrakarsa proyek menjadi kebutuhan utama untuk memperkuat dasar legalitas PLN. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dianggap sebagai elemen kunci dalam menyelesaikan kendala teknis maupun administratif.
"Dengan sinergi yang solid, kami optimistis setiap tahapan pengembangan bisa lebih optimal. Manfaat energi bersih dan berkeadilan ini harus segera dirasakan oleh masyarakat Supiori," ungkap Manager UPP MPA 3, Rahmat Hidayat.