Bangun Masjid di Walesi Papua Pegunungan, Prajurit Yonif 521/DY dan Warga Gotong Royong Angkut Material hingga Pasang Konstruksi

Penulis: Fajar  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 14:25:52 WIB
Prajurit Yonif 521/DY dan warga Walesi bersama-sama mengangkut material untuk pembangunan masjid.

WAMENA — Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menyebut gotong royong ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. Di balik aksi mengangkat semen dan membersihkan lokasi, ada pesan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sedang dirawat.

"Nampak suasana penuh keakraban dan semangat kekeluargaan antara prajurit dengan warga selama kegiatan berlangsung," kata Rahadyan di Wamena, Senin.

Material Diangkut Bersama, Konstruksi Dipasang Bergantian

Proses pembangunan masjid di Walesi berlangsung dalam beberapa tahap. Prajurit dan warga bergantian mengangkut material bangunan dari titik kumpul ke lokasi masjid. Tak hanya itu, pemasangan bagian konstruksi juga dikerjakan secara manual tanpa alat berat.

Area sekitar lokasi pembangunan pun ikut dibersihkan secara bersama-sama. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari terakhir dan direncanakan berlanjut hingga struktur bangunan utama rampung.

Bukan Sekadar Jaga Keamanan, TNI Ingin Jadi Solusi

Letkol Inf Rahadyan menegaskan bahwa kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY di Papua Pegunungan tidak terbatas pada tugas keamanan. “Kehadiran TNI di Papua Pegunungan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dan harapan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial. Menurut Rahadyan, kegiatan seperti ini diharapkan memberi energi positif bagi warga Walesi sekaligus mempercepat proses pembangunan rumah ibadah yang telah lama diharapkan.

Gotong Royong sebagai Simbol Persatuan di Tengah Keragaman

Walesi merupakan salah satu distrik di Kabupaten Jayawijaya dengan populasi yang beragam. Inisiatif gotong royong ini dinilai mampu menumbuhkan kembali semangat persatuan dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat setempat.

Rahadyan berharap semangat ini terus berlanjut meskipun masa penugasan Satgas Yonif 521/DY berakhir. “Kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY diharapkan memberi energi positif sekaligus mempercepat proses pembangunan rumah ibadah yang telah lama diharapkan warga,” pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top