Laba SeaBank Tembus Rp375 Miliar di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 40%

Penulis: Fajar  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:00:49 WIB
Laba bersih SeaBank mencapai Rp375,6 miliar pada kuartal I 2026, naik 288% secara tahunan.

PAPUA — PT Bank Seabank Indonesia mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp375,6 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini melesat 288% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp96,7 miliar. Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank digital di Indonesia.

Ekspansi Kredit dan Likuiditas Jadi Motor Utama

Laba jumbo itu ditopang oleh ekspansi kredit yang tumbuh 40,83% secara tahunan menjadi Rp34,80 triliun. SeaBank fokus menyalurkan kredit ke segmen ritel individual melalui direct lending dan kemitraan dengan perusahaan multifinance serta lending partner.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyebut capaian ini membuktikan bahwa bank digital bisa tumbuh pesat tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. "Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).

Dana Murah Mendominasi, NPL Terkendali

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank tumbuh 44,58% menjadi Rp39,1 triliun. Komposisi dana murah atau CASA mendominasi hingga 69,10% dari total DPK — struktur yang lebih efisien dibanding rata-rata industri perbankan nasional yang masih di kisaran 60%.

Risiko kredit pun terjaga. Rasio kredit macet bruto (Non-Performing Loan/NPL Gross) berada di angka 1,56%, masih di bawah ambang batas aman OJK sebesar 5%. SeaBank juga menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 21,88%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Total Aset Tembus Rp49,7 Triliun

Ekspansi agresif ini mendorong total aset SeaBank menjadi Rp49,7 triliun per Maret 2026, naik 33% dari Rp37,4 triliun setahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ditopang oleh penyaluran kredit berkualitas dan penempatan likuiditas yang prudent pada instrumen aman.

Bagi investor dan pelaku bisnis, kinerja SeaBank menjadi indikator awal bahwa segmen digital lending ritel masih memiliki ruang tumbuh. Namun, tekanan suku bunga acuan BI yang masih di level 5,75% bisa menjadi ujian bagi bank digital untuk menjaga margin bunga bersih ke depan.

Apa Arti Kinerja Ini bagi Industri Bank Digital?

Pencapaian SeaBank menegaskan bahwa bank digital di Indonesia tidak lagi sekadar alat akuisisi pengguna, melainkan sudah masuk fase menghasilkan laba berkelanjutan. Dengan rasio CASA di atas 69%, SeaBank membuktikan mampu menghimpun dana murah layaknya bank konvensional besar.

Namun, tantangan tetap ada. Persaingan suku bunga deposito antar bank digital masih ketat, sementara ekspansi kredit harus diimbangi dengan kualitas underwriting yang ketat agar NPL tidak membengkak. SeaBank tampaknya sadar akan hal ini dengan menjaga CAR di level tinggi sebagai bantalan.

FAQ: Seputar Kinerja SeaBank Kuartal I 2026

1. Berapa laba SeaBank di kuartal I 2026?
Laba bersih SeaBank mencapai Rp375,6 miliar, naik 288% dibandingkan Rp96,7 miliar di kuartal I 2025.

2. Apa pendorong utama pertumbuhan SeaBank?
Pertumbuhan kredit ritel sebesar 40,83% dan dominasi dana murah (CASA) sebesar 69,10% menjadi pendorong utama laba dan efisiensi biaya dana.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top