NABIRE — Kapolda Papua Tengah angkat bicara soal distribusi elpiji 3 kg yang belakangan dikeluhkan warga. Ia mengancam akan menindak tegas para distributor dan agen yang terbukti melakukan kecurangan, seperti menimbun atau menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Peringatan ini disampaikan menyusul laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas melon dengan harga normal.
Dalam pernyataannya, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil langkah hukum. "Kalau curang, saya tindak tegas," ujarnya. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi rantai distribusi elpiji di wilayah tersebut untuk segera memperbaiki tata kelola penyaluran.
Peringatan ini menyasar praktik-praktik yang merugikan konsumen, seperti pengalihan kuota elpiji bersubsidi ke industri atau penjualan eceran dengan harga yang tidak wajar. Polisi akan berkoordinasi dengan Pertamina dan dinas terkait untuk melakukan pengawasan lapangan.
Sebelum peringatan ini dikeluarkan, sejumlah warga di beberapa distrik di Papua Tengah melaporkan kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Beberapa agen disebut menjual dengan harga jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini memicu aduan langsung ke aparat keamanan.
Kelangkaan elpiji bersubsidi kerap terjadi di daerah terpencil Papua Tengah. Faktor distribusi yang terhambat medan dan cuaca kerap menjadi alasan klasik. Namun, praktik penimbunan oleh oknum distributor juga disebut sebagai penyebab utama lonjakan harga di tingkat pengecer.
Kapolda memastikan akan membentuk tim pengawas distribusi elpiji di tingkat Polres. Tim ini akan memantau pergerakan pasokan dari agen ke pengecer hingga ke konsumen akhir. Setiap penyimpangan akan langsung ditindak tanpa kompromi.
Selain ancaman pidana, para pelaku kecurangan juga terancam sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha. Pemerintah daerah dan Pertamina diharapkan ikut serta dalam pengawasan agar pasokan elpiji bersubsidi tepat sasaran.
Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan distribusi elpiji. Kapolda menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan. Laporan bisa disampaikan langsung ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline pengaduan yang disediakan.
Dengan ancaman tegas ini, diharapkan distribusi elpiji 3 kg di Papua Tengah kembali normal dalam waktu dekat. Warga pun diimbau tidak panic buying dan membeli sesuai kebutuhan agar pasokan tetap tersedia untuk semua.