JAYAPURA — Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengungkapkan bahwa dari total 334 tenaga honorer asli Port Numbay yang terdata, hanya 20 orang yang berhasil lolos verifikasi awal. Sisanya, 314 orang, masih menunggu proses lanjutan di BKN.
"Data dari 314 orang ini sudah berada di Badan Kepegawaian Negara dan sementara dalam proses," kata Rollo di Jayapura, Minggu (31/5/2026).
Proses verifikasi yang dilakukan BKN mencakup aspek administrasi seperti kesesuaian nama di KTP dengan ijazah dan dokumen lainnya. Rollo menjelaskan, dalam proses tersebut ditemukan sejumlah data ganda karena beberapa honorer sebelumnya telah mendaftar di Pemkot Jayapura, namun karena waktu tunggu terlalu lama, mereka kembali mendaftar melalui kementerian.
"Karena sebelumnya dalam proses verifikasi ditemukan adanya sejumlah data ganda karena beberapa tenaga honorer sebelumnya telah mendaftar di Pemerintah Kota Jayapura namun waktu menunggu terlalu lama mereka kembali mendaftar melalui kementerian sehingga terjadi pendobelan data," ujarnya.
Pemkot Jayapura telah bertemu dengan Kepala BKN RI serta Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura untuk membahas persoalan ini. Dalam pertemuan tersebut, BKN menegaskan bahwa proses pengangkatan harus tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk persyaratan minimal ijazah SMA.
"Dalam pertemuan itu, pada prinsipnya BKN meminta agar proses pengangkatan tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk persyaratan minimal ijazah SMA," kata Rollo.
Pemkot Jayapura berharap BKN Jayapura dapat membantu mempercepat proses verifikasi data 314 tenaga honorer asli Port Numbay. Langkah ini diambil agar para honorer dapat segera memperoleh kepastian status kepegawaian mereka.
Rollo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BKN untuk memastikan tidak ada lagi kendala administrasi yang menghambat pengangkatan tenaga honorer K2 di wilayahnya.