JAKARTA — Program beasiswa ini tidak sekadar memberikan bantuan uang kuliah. Penerima juga akan mendapatkan pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring, serta masuk ke dalam ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe yang memiliki jejaring nasional dan internasional. Bagi mahasiswi jenjang profesi, ada kesempatan menjadi mentor dan menginisiasi proyek sosial di wilayah DTPK.
Berapa Besaran Bantuan yang Diterima?
Dana pendidikan yang diberikan mencapai Rp 10 juta per semester. Uang ini bisa digunakan untuk membayar UKT, SKS, biaya praktik, hingga uji kompetensi. Khusus mahasiswa jenjang diploma, ada tambahan bantuan biaya penelitian sebesar Rp 3 juta yang diberikan satu kali pada tahun akhir masa studi. Sementara untuk penerima jenjang profesi, tersedia dana penunjang kapasitas Rp 1,2 juta per semester.
Jurusan dan Prodi Apa Saja yang Bisa Mendaftar?
Beasiswa ini terbuka untuk sepuluh program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes. Mulai dari Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, hingga Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Pendaftar bisa berasal dari jenjang diploma (D3/D4) maupun profesi, tergantung prodi masing-masing.
Siapa Saja yang Memenuhi Syarat?
Pendaftar harus WNI perempuan dan belum menikah. Untuk jenjang diploma, usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Sementara untuk profesi, maksimal 27 tahun. Mahasiswi yang boleh mendaftar adalah mereka yang berada di semester 1 untuk jenjang D3/D4, semester 3 untuk D4 lanjutan, dan semester 1 untuk jenjang profesi.
Ada syarat akademik ketat: nilai rapor SLTA minimal 80 per semester bagi pendaftar diploma semester 1. Pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30, dan jenjang profesi minimal 3,75. Peserta juga harus aktif dalam organisasi atau kegiatan kemasyarakatan, serta bersedia menjadi YKK Ambassador.
Bagaimana Cara Mendaftar dan Apa Saja Dokumen yang Dibutuhkan?
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi SIBK Kemenkes. Calon peserta harus mengisi formulir dan mengunggah dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, pas foto, rapor kelas 10-12, KHS semester 1 (untuk D4 semester 3), ijazah dan transkrip nilai (untuk profesi), surat keterangan mahasiswa aktif, surat rekomendasi, serta hasil scan esai refleksi diri tulisan tangan sebanyak 250-450 kata.
Khusus untuk jenjang profesi, ada tambahan syarat: peserta wajib mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok yang menjelaskan alasan pengabdian di wilayah DTPK.
Kapan Jadwal Seleksi Beasiswa SEHAT 2026?
Proses seleksi berlangsung beberapa tahap. Pendaftaran dibuka 8-30 Juni 2026. Seleksi administrasi berlangsung 1-27 Juli 2026, dengan pengumuman hasil pada 28 Juli 2026. Tes penulisan esai online digelar 1 Agustus 2026, disusul tes wawancara online pada 21 Agustus hingga 14 September 2026. Pengumuman akhir akan disampaikan pada 16 September 2026, dilanjutkan registrasi ulang dan orientasi pada September-Oktober 2026.
Apa Saja Manfaat Tambahan yang Didapat?
Selain bantuan finansial, penerima beasiswa akan mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring. Mereka juga masuk ke ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe, yang membuka akses ke jejaring nasional dan internasional. Bagi mahasiswi jenjang profesi, ada kesempatan khusus menjadi mentor serta menginisiasi proyek sosial di daerah yang membutuhkan tenaga kesehatan.
Apakah Bisa Mendaftar Jika Sedang Menerima Beasiswa Lain?
Tidak. Peserta yang mendaftar harus memastikan tidak sedang menerima beasiswa lain dengan komponen bantuan yang serupa. Ketentuan ini berlaku untuk menghindari tumpang tindih bantuan dan memastikan program tepat sasaran.
Informasi Lebih Lanjut?
Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe akan menggelar sosialisasi online pada 2-5 Juni 2026. Panduan resmi program juga bisa diunduh melalui laman SIBK Kemenkes. Calon pendaftar disarankan membaca seluruh ketentuan sebelum mengisi formulir.