PAPUA — Pertamina tidak hanya menjadi sponsor utama, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi para pebalap Indonesia. Mulai dari pendanaan teknis, logistik, hingga program pembinaan bakat muda. Langkah ini diambil agar regenerasi atlet balap Indonesia terus berjalan dan tidak putus di tengah jalan.
Dukungan untuk Local Heroes
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa perusahaan melihat ajang ini sebagai momentum strategis. "Kami ingin para pembalap Indonesia tampil maksimal dan membawa nama bangsa. Ini bukan sekadar balapan, tapi juga soal kebanggaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/4).
Pertamina pun menyiapkan program khusus bagi pembalap muda yang akan turun di kelas pendukung MotoGP. Program tersebut mencakup pelatihan fisik, simulasi balap, hingga pendampingan teknis dari mekanik profesional. Dengan begitu, para pembalap tidak hanya siap secara mental, tetapi juga secara teknis.
Mandalika Jadi Panggung Dunia
Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi tuan rumah seri ke-14 MotoGP musim 2026. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Pertamina menyebut bahwa event ini adalah salah satu yang paling dinanti oleh penggemar balap di Asia Tenggara.
Dukungan terhadap pebalap lokal juga diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif. Pertamina mencatat, animo penonton MotoGP Mandalika tahun lalu mencapai lebih dari 100 ribu orang selama tiga hari. Angka ini menunjukkan potensi besar industri balap di Indonesia.
Dampak untuk Ekonomi Lokal
Kehadiran MotoGP Mandalika tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga mengerek sektor pariwisata dan UMKM di Lombok. Pertamina memperkirakan perputaran uang selama event bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Hotel, restoran, dan transportasi lokal menjadi sektor yang paling diuntungkan.
Perusahaan juga menggandeng pelaku usaha kecil di sekitar sirkuit untuk menjadi pemasok kebutuhan logistik. Mulai dari katering, suvenir, hingga jasa akomodasi. Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Komitmen Jangka Panjang
Pertamina menegaskan bahwa dukungan terhadap dunia balap Indonesia bukanlah proyek jangka pendek. Perusahaan berencana memperpanjang kerja sama dengan sejumlah tim balap nasional hingga 2028. Targetnya, lahir juara dunia dari Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Fadjar menambahkan, keberhasilan para pembalap Indonesia di ajang internasional akan menjadi bukti bahwa negeri ini mampu bersaing. "Ini investasi untuk masa depan olahraga Indonesia. Kami tidak hanya bicara soal balapan, tapi juga soal membangun ekosistem," pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari Pertamina, para pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika 2026 diharapkan bisa menorehkan prestasi gemilang. Ajang ini sekaligus menjadi etalase bagi potensi olahraga dan pariwisata Indonesia di mata dunia.