Pencarian

Komunitas Seni Mamberamo Raya Minta Pemkab Fasilitasi Legalitas Sanggar dan Libatkan Seniman Lokal di Acara Resmi

Minggu, 13 September 2026 • 06:16:31 WIB
Komunitas Seni Mamberamo Raya Minta Pemkab Fasilitasi Legalitas Sanggar dan Libatkan Seniman Lokal di Acara Resmi
Komunitas seni dan budaya Mamberamo Raya menggelar pertemuan di Abepura, Jayapura, Sabtu (12/9/2026).

JAYAPURA — Sejumlah komunitas seni dan budaya asal Kabupaten Mamberamo Raya mendorong Pemkab Mamberamo Raya memperkuat perhatian terhadap keberadaan, pembinaan, dan pengembangan pelaku seni budaya lokal. Aspirasi itu disampaikan dalam pertemuan komunitas pada Sabtu (12/9/2026) di Abepura, Jayapura.

Komunitas yang terlibat antara lain Oyandi Junior, Waka Papua Voice, Akustik ASBA DMTT, Pioner Bevak, Akustik Ciriwari, Hupadu Akustik, Wasubanu Akustik, Ciri Voice, dan Watane Sanggar. Mereka menilai seni dan budaya berperan penting dalam membina generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat asli Mamberamo Raya.

Legalitas Sanggar Jadi Hambatan Utama

Ketua Komunitas Sanggar Ciri Voice, Buce U Bilasi, mengatakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah adalah penguatan kelembagaan sanggar seni budaya. Sejumlah sanggar telah berjalan dan melakukan pembinaan generasi muda, namun masih menghadapi keterbatasan legalitas serta dukungan pemerintah.

"Kami mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan menghidupkan sanggar-sanggar pelaku seni dan budaya yang ada di Mamberamo Raya," kata Buce.

Ia menjelaskan, legalitas menjadi kebutuhan penting agar sanggar memiliki dasar hukum dan dapat berpartisipasi dalam kegiatan seni budaya di tingkat lebih luas. "Kami berharap pemerintah dapat membantu sanggar-sanggar lokal agar memiliki dasar hukum yang kuat, seperti akta notaris, sehingga kami mempunyai wadah yang kuat untuk terlibat dalam event-event besar di kabupaten lain maupun tingkat provinsi," ujarnya.

Buce menambahkan, penguatan sanggar berkaitan dengan pembinaan generasi muda agar memiliki ruang menyalurkan kreativitas. "Dengan bantuan dan perhatian pemerintah, kami bisa mengembangkan pengetahuan melalui sanggar-sanggar ini dan membina anak-anak muda yang ada di Mamberamo Raya," katanya.

Dorong Anak Asli Mamberamo Raya Jadi Dewan Juri

Ketua Sanggar Seni Budaya Pioner Bevak, Hovni Doromi, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, khususnya anak-anak asli Mamberamo Raya yang memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya. Ia berharap pemerintah tidak hanya membina organisasi sanggar, tetapi juga menciptakan tenaga-tenaga lokal yang dapat berperan dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

"Bukan saja pembinaan terhadap manajemen sanggar, tetapi ada bagian-bagian lain yang perlu dibenahi, misalnya pembinaan kepada anak-anak asli Mamberamo Raya yang punya kemampuan dan talenta berkaitan dengan seni budaya," tutur Hovni.

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyiapkan putra-putri asli Mamberamo Raya untuk menjadi dewan juri dalam berbagai perlombaan atau event seni budaya. "Ketika Mamberamo Raya melalui bidang kebudayaan melakukan event-event yang berkaitan dengan kebudayaan, kita tidak lagi membawa dewan juri dari luar Mamberamo Raya, tetapi sudah memiliki dewan juri yang merupakan anak-anak asli Mamberamo Raya," jelasnya.

Hovni menilai langkah tersebut sekaligus dapat membuka peluang kerja bagi generasi muda di bidang seni budaya. "Kita berbicara lapangan kerja bukan saja harus menjadi pegawai negeri atau melalui usaha ekonomi lainnya, tetapi pembinaan dan kegiatan seni budaya juga dapat menjadi ruang kerja bagi anak-anak Mamberamo Raya yang memiliki kemampuan," katanya.

Minta Anggaran Acara Pemerintah Diarahkan ke Sanggar Lokal

Dari Sanggar Akustik ASBA Distrik Mamberamo Tengah Timur (DMTT), Mecky All menyoroti keterlibatan seniman dan sanggar lokal dalam kegiatan pemerintah daerah. Ia meminta pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada pekerja seni asal Mamberamo Raya untuk tampil dalam berbagai agenda resmi pemerintah.

"Kami meminta dengan penuh harapan kepada pimpinan bidang seni dan budaya di lingkungan Pemerintah Mamberamo Raya untuk menindaklanjuti keluhan dan aspirasi kami," kata Mecky.

Secara khusus, ia meminta pemerintah menghentikan kebiasaan mendatangkan penyanyi dari luar daerah apabila terdapat seniman dan sanggar lokal yang mampu mengisi kegiatan tersebut. "Setiap kegiatan acara pemerintah, jangan lagi selalu membawa penyanyi dari luar Mamberamo Raya, lebih baik anggaran tersebut dimanfaatkan untuk sanggar dan seni budaya yang ada di Mamberamo Raya," tegasnya.

Menurut Mecky, kebijakan tersebut bukan hanya menyangkut kesempatan tampil, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan dan mengangkat harkat serta martabat budaya masyarakat asli Mamberamo Raya. "Kami juga meminta Bupati dan DPRK Mamberamo Raya untuk serius mengakomodasi aspirasi ini agar sanggar dan seni budaya lokal dapat maju serta mampu bersaing dengan daerah lain," ujarnya.

Pemkab Sebut Program Kebudayaan Bergantung Dukungan Anggaran

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamberamo Raya, Herlan Ongge, mengatakan pemerintah pada prinsipnya dapat menjalankan berbagai program kebudayaan apabila tersedia dukungan anggaran. Ia menyebut aspirasi yang disampaikan komunitas seni musik, seni tari, budayawan maupun komunitas adat perlu ditindaklanjuti dengan dukungan fiskal yang memadai.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nokenlive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks