Pencarian

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Resmikan Pembangunan Asrama SMP YPPK di Dogiyai, Ajak Warga Akhiri Persaingan Politik

Senin, 07 September 2026 • 17:01:31 WIB
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Resmikan Pembangunan Asrama SMP YPPK di Dogiyai, Ajak Warga Akhiri Persaingan Politik
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meresmikan pembangunan asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia di Dogiyai, Senin (7/9/2026).

JAYAPURA — Peletakan batu pertama pembangunan asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia menjadi simbol dimulainya babak baru kolaborasi pembangunan di Kabupaten Dogiyai. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, hadir langsung dalam acara tersebut saat kunjungan kerja, Senin (7/9/2026). Ia menegaskan, seluruh perbedaan pilihan politik harus ditinggalkan demi kemajuan negeri.

“Politik sudah selesai, hari ini Yudas Tebai adalah Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw adalah Wakil Bupati Dogiyai, dan Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah. Kini saatnya kita bersama membangun negeri ini,” kata Nawipa dalam sambutannya.

Komitmen Gubernur untuk Sekolah Asrama Terpadu

Nawipa menyatakan komitmennya memastikan pembangunan asrama tersebut berjalan lancar. Fasilitas seperti tempat tidur, kasur, dan kebutuhan penunjang lainnya akan dilengkapi. Ia bahkan telah berdiskusi dengan Bupati Yudas Tebai mengenai kemungkinan pengelolaan sekolah terpadu SD, SMP, dan SMA diambil alih oleh pemerintah provinsi.

“Saya sudah bicara dengan pak bupati bagaimana kalau ada sekolah terintegrasi SD, SMP dan SMA diambil alih pengelolaannya oleh gubernur, supaya ada yang bupati kerja ada yang gubernur kerja,” ujarnya.

Dukung Infrastruktur Jalan, Larang Pemalangan Fasilitas Umum

Di hadapan warga, Nawipa mengapresiasi terobosan Bupati Yudas Tebai yang telah membangun infrastruktur jalan. Menjadi pemimpin di wilayah pegunungan disebutnya tidak mudah, sehingga masyarakat diminta mendukung penuh program tersebut.

Ia secara tegas meminta tidak ada lagi aksi pemalangan terhadap fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah daerah. Menurutnya, akses jalan yang baik memudahkan mobilisasi warga, memperlancar layanan pemerintahan, dan mendorong perekonomian lokal.

“Kalau aspal sudah sampai di sini, listrik sudah sampai di sini, kita cari apa? Listrik sudah ada, jalan sudah diaspal, bangunan sudah ada, telepon sudah ada. Bisa video call dan lainnya,” kata Nawipa memberi contoh dampak nyata pembangunan.

Apresiasi Larangan Pinang dan Minuman Keras

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nawipa berterima kasih kepada masyarakat Dogiyai yang telah menerapkan larangan makan pinang dan mengonsumsi minuman beralkohol di kawasan tertentu. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan langkah maju yang menjaga masa depan generasi muda.

“Mabuk itu tidak boleh karena itu bukan kita punya minuman. Ini yang merusak negeri kita ke depan. Kalau dijaga terus kita akan maju,” tegasnya.

Agenda Pembangunan Pasar dan Jalan di Moanamani

Nawipa juga mengungkapkan telah membahas sejumlah agenda pembangunan di Dogiyai, meliputi pembangunan jalan, sekolah, dan pasar di Moanamani. Keberadaan pasar dinilai penting agar para mama Papua dapat berjualan dengan layak, tidak lagi di pinggir jalan.

Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyebut Nawipa sebagai gubernur kedua yang berkunjung ke wilayahnya. Kunjungan pertama dilakukan oleh Baranabas Suebu saat menjabat Gubernur Papua, sebelum provinsi dimekarkan dan Dogiyai masih menjadi bagian dari Provinsi Papua.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks