Pemerintah Provinsi Papua bersama Kedutaan Besar Inggris resmi meluncurkan Peta Jalan Kakao Berkelanjutan Papua (Papua Sustainable Cocoa Roadmap) di Kampung Nambon, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Rabu. Peluncuran ini menjadi langkah awal membangun sektor kakao yang lebih tangguh sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani setempat.
JAYAPURA — Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Papua dengan meluncurkan peta jalan kakao berkelanjutan di tengah perkebunan warga Kampung Nambon, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Rabu.
"Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya melakukan kunjungan resmi pertama ke Papua dan melihat secara langsung potensi luar biasa yang dimiliki masyarakat Papua," kata Dominic usai acara peluncuran.
Dukungan Inggris Lewat Program CARE Papua
Dominic menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Papua yang telah menetapkan arah pengembangan sektor kakao melalui peta jalan tersebut. Pihaknya siap mendukung penuh inisiatif ini lewat program Cocoa Diversification and Agroforestry Approach (CARE) Papua.
"Kami sangat mendukung inisiatif itu melalui program CARE Papua yang mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan penerapan praktik kakao berkelanjutan," ujarnya.
Pedoman bagi Petani dan Pelestarian Lingkungan
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyambut baik kolaborasi dengan Inggris dalam pengembangan komoditas kakao di Bumi Cenderawasih. Menurut dia, peta jalan ini menjadi pedoman agar sektor kakao tumbuh dengan memperhatikan produktivitas, kesejahteraan petani, peluang ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
"Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, petani, dan mitra pembangunan memang sangat diperlukan agar pengembangan kakao dapat berlangsung secara berkelanjutan," kata Aryoko.
Petani Jadi Pelaku Utama
Aryoko menegaskan pengembangan kakao harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para petani yang menjadi pelaku utama di sektor ini. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada peluncuran dokumen, tetapi berlanjut ke pendampingan teknis di lapangan.
Peta jalan ini dirancang sebagai dokumen hidup yang akan memandu pemerintah, petani, dan mitra pembangunan dalam mengelola perkebunan kakao secara berkelanjutan di Papua. Kampung Nambon dipilih sebagai lokasi peluncuran karena menjadi salah satu sentra pertanaman kakao di Kabupaten Jayapura.