Majelis Rakyat Papua (MRP) menerima kunjungan Konselor Politik Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Sam Perkins di Jayapura, Rabu, dan berharap pertemuan itu berlanjut menjadi kerja sama nyata bagi masyarakat adat serta perempuan Papua. Dalam pertemuan tersebut, MRP menekankan tiga isu utama yang perlu ditindaklanjuti, yakni masyarakat adat, perempuan, dan agama.
JAYAPURA — Ketua MRP Nerlince Wamuar mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Inggris tersebut. Menurutnya, pertemuan itu membahas sejumlah persoalan di Papua, terutama yang menyangkut masyarakat adat, perempuan, agama, dan pengelolaan sumber daya alam.
"Yang menjadi poin pembahasan adalah masyarakat adat, perempuan, dan agama," kata Nerlince.
Perhatian pada Perempuan Papua Perlu Diperkuat
Nerlince menilai perhatian terhadap perempuan Papua masih perlu diperkuat, khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan. Ia menyebut tiga sektor itu sebagai prioritas yang perlu didorong lewat kerja sama lintas pihak.
"Kami sangat memberikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris, dalam hal ini diwakili oleh Konselor Politik Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Sam Perkins," ujarnya.
MRP Dianggap Pemilik Tanah dan Manusia Papua
Menurut Nerlince, kunjungan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap keberadaan masyarakat adat sebagai pemilik hak atas tanah dan sumber daya alam di Papua. Ia menyoroti alasan MRP dipilih menjadi salah satu tujuan kunjungan konselor tersebut.
"Kami bertanya mengapa MRP menjadi salah satu tujuan kunjungan konselor dan mereka sangat mengerti bahwa MRP ini adalah pemilik dari tanah besar ini dan pemilik dari manusia Papua sehingga akhirnya datang ke sini," katanya.
Harapan Tindak Lanjut, Bukan Sekadar Pertemuan
Nerlince berharap kunjungan serupa dapat lebih sering dilakukan agar menghasilkan hal-hal positif bagi masyarakat adat Papua. Ia menegaskan pertemuan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan perlu berlanjut ke tahap kerja sama.
"Kami berharap dari kunjungan ini ada tindak lanjut yang nyata, sehingga tidak hanya sebatas pertemuan, tetapi ada kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat adat dan perempuan Papua," ujarnya.
Pertemuan berlangsung di Jayapura dan melibatkan perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. MRP belum menyebut bentuk kerja sama spesifik yang akan dijajaki bersama pihak Inggris.