Pencarian

Harga Emas Antam Berpotensi Sentuh Rp 2,72 Juta Pekan Depan, Pengamat Beberkan Level Kritis

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:15 WIB
Harga Emas Antam Berpotensi Sentuh Rp 2,72 Juta Pekan Depan, Pengamat Beberkan Level Kritis
Harga emas Antam diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp 2.430.000 hingga Rp 2.720.000 per gram pada pekan mendatang.

PAPUA — Dalam sepekan ke depan, harga emas Antam diperkirakan bergerak di kisaran Rp 2.430.000 hingga Rp 2.720.000 per gram. Angka ini mengacu pada dinamika harga emas global yang tengah tertekan oleh sejumlah faktor eksternal.

"Kemarin ditutup di Rp 2.614.000. Kalau seandainya turun, support pertama itu di Rp 2.590.000. Kemudian kalau turun lagi, support kedua itu di Rp 2.430.000," jelas pengamat komoditas dan emas, Ibrahim Asyuaibi, kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Jika harga justru menguat, Ibrahim menambahkan, level resistance terdekat berada di Rp 2.720.000 per gram. Artinya, ada potensi kenaikan sekitar Rp 106.000 dari harga penutupan akhir pekan lalu.

Konflik AS-Iran dan Minyak Jadi Pemicu Fluktuasi

Di pasar internasional, harga emas dunia diproyeksikan bertransaksi dalam rentang US$ 3.856 hingga US$ 4.149 per troy ounce. Pekan lalu, harga emas spot memang sempat anjlok 3%—penurunan mingguan terbesar sejak 1 Juni 2026.

Tekanan ini terjadi karena meningkatnya konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak hingga 12% dalam sepekan. "Emas mulai bergerak naik hari ini setelah harga logam tersebut turun di bawah US$ 4.000 menarik minat pembeli," ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

Namun, Waterer mengingatkan bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi kekuatan dominan yang menahan harga emas. Lonjakan harga minyak berpotensi memicu kembali kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS—skenario yang biasanya tidak menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan Suku Bunga AS Mengintai

Sinyal kenaikan suku bunga mulai terdengar dari pejabat Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menjadi pejabat pertama yang secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga. Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson, juga mengisyaratkan keterbukaan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tidak membaik dalam waktu dekat.

Para pedagang kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 73% pada Desember, berdasarkan data CME FedWatch Tool. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke aset berimbal hasil lebih tinggi, seperti obligasi.

Di sisi permintaan, diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam satu bulan pekan ini karena calon pembeli menunggu harga lebih rendah. Sementara itu, premi di China sebagian besar tetap stabil.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks