PAPUA — Pemasangan autoclave HPAL berkapasitas 1.268 meter kubik menandai dimulainya fase konstruksi utama pabrik pengolahan nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Peralatan ini merupakan jantung dari proses ekstraksi nikel kadar rendah menjadi bahan baku baterai. Keberhasilan instalasi menunjukkan kolaborasi teknis antara tiga negara berjalan sesuai jadwal.
Proyek BNSI memadukan tiga kekuatan utama: praktik pertambangan bertanggung jawab dari Indonesia, teknologi HPAL dan ekonomi sirkular dari Tiongkok, serta keahlian manufaktur dari Korea Selatan. “Kolaborasi ini memadukan tiga kekuatan utama industri masa depan,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam keterangan resmi, Senin (27/7).
Bukan Sekadar Smelter, Tapi Model Hilirisasi Baru
Lebih dari sekadar fasilitas pengolahan, BNSI dirancang sebagai model kolaborasi lintas negara yang utuh. Chairman GEM, Prof. Xu Kaihua, menyatakan proyek ini akan memperdalam kerja sama strategis sekaligus mempercepat pembangunan International Green Industrial Park (IGIP). Dengan kata lain, smelter ini menjadi fondasi bagi ekosistem industri baterai yang lebih besar.
Model ini menjawab kebutuhan akan rantai pasok yang tangguh di tengah meningkatnya proteksionisme perdagangan global. Indonesia sebagai pemasok nikel terbesar dunia mendapatkan akses langsung ke teknologi pemrosesan dan pasar manufaktur EV global melalui kemitraan ini.
Dampak Langsung bagi Industri dan Investasi
Kehadiran BNSI diharapkan menciptakan nilai tambah signifikan bagi nikel Indonesia. Alih-alih mengekspor bijih mentah, Indonesia kini mampu memproduksi bahan baku baterai kelas dunia. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi pemerintah yang terus didorong oleh Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Proyek ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menarik investasi strategis dari dua raksasa industri baterai global, yaitu GEM Co. Ltd asal Tiongkok dan EcoPro asal Korea Selatan. Kolaborasi tiga negara ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global, bukan sekadar pemasok bahan mentah.