JAYAPURA — KM Ciremai, salah satu armada andalan PT Pelni, dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Jayapura dalam beberapa hari ke depan. Jadwal ini mencakup rute pelayaran dari Papua hingga ke wilayah Indonesia bagian barat.
Kapal ini akan berangkat dari Jayapura pada 17 Juli 2026. Setelah itu, KM Ciremai akan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah pelabuhan di Maluku, Sulawesi, hingga tiba di tujuan akhir.
Rute Jayapura-Halmahera-Sulawesi: Daftar Pelabuhan yang Disambangi
Berdasarkan jadwal yang dirilis, KM Ciremai akan menyinggahi beberapa pelabuhan utama setelah meninggalkan Jayapura. Berikut rute lengkapnya:
- Jayapura: 17 Juli 2026
- Pelabuhan di Maluku Utara (Halmahera): 19-20 Juli 2026
- Pelabuhan di Sulawesi Utara (Bitung): 22 Juli 2026
- Pelabuhan di Sulawesi Tengah (Toli-Toli): 24 Juli 2026
- Pelabuhan di Kalimantan Timur (Balikpapan): 26 Juli 2026
- Pelabuhan tujuan akhir: 27 Juli 2026
Berapa Lama Kapal Sandar di Jayapura?
KM Ciremai dijadwalkan sandar di Pelabuhan Jayapura pada 17 Juli 2026. Waktu sandar biasanya berlangsung beberapa jam untuk proses bongkar muat barang dan naik turun penumpang. Calon penumpang disarankan tiba di pelabuhan minimal dua jam sebelum jadwal keberangkatan.
Manajemen Pelni mengimbau penumpang untuk selalu memantau informasi terbaru. Pasalnya, jadwal pelayaran bisa berubah sewaktu-waktu akibat cuaca atau kondisi operasional di lapangan.
Cek Tiket dan Syarat Naik KM Ciremai
Tiket KM Ciremai untuk rute ini bisa dipesan melalui aplikasi Pelni, situs resmi, atau loket di pelabuhan. Harga tiket bervariasi tergantung kelas dan jarak tempuh. Untuk rute Jayapura-Bitung, misalnya, tarif kelas ekonomi berkisar ratusan ribu rupiah.
Penumpang diwajibkan membawa dokumen perjalanan yang sah. Bagi penumpang yang membawa kendaraan, prosedur pengiriman barang juga sudah bisa diurus sejak pemesanan tiket.
Pelni sendiri mengoperasikan KM Ciremai sebagai kapal penumpang sekaligus pengangkut barang. Kapal ini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas antarpulau di kawasan timur Indonesia, khususnya bagi warga Papua yang hendak bepergian ke luar provinsi.