Durasi Gangguan Listrik di Papua dan Papua Barat Turun 12 Persen, Frekuensi Padam Terjun Bebas 43 Persen

Penulis: Ragil  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 02:25:31 WIB
Pasokan listrik di Papua dan Papua Barat kini lebih stabil dengan durasi gangguan menurun 12 persen.

JAYAPURA — Warga di Tanah Papua kini menikmati pasokan listrik yang lebih stabil. PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat berhasil menekan rata-rata durasi pemadaman listrik menjadi 102,37 menit per pelanggan pada Mei 2026. Angka ini turun drastis dari 116,34 menit pada periode yang sama tahun lalu.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan penurunan ini melampaui target keandalan perusahaan yang sebesar 122,4 menit per pelanggan. "Penurunan durasi gangguan ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang kami lakukan, mulai dari penguatan infrastruktur, pemeliharaan jaringan secara berkala hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan," ujarnya di Jayapura, Minggu.

Frekuensi Gangguan Terpangkas Hingga 43 Persen

Tak hanya durasi, frekuensi gangguan listrik juga berhasil ditekan signifikan. Indeks SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) tercatat 0,99 kali per pelanggan pada Mei 2026. Angka ini jauh lebih rendah dari target perseroan yang sebesar 1,76 kali per pelanggan.

Dibandingkan dengan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan, PLN berhasil memangkas intensitas gangguan hingga 43,10 persen. "Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di wilayah kerja kami yakni Papua dan Papua Barat," kata Roberth.

Langkah Strategis di Balik Perbaikan Layanan

PLN tidak hanya mengandalkan perbaikan reaktif. Roberth menjelaskan, pihaknya menerapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai hasil ini. Mulai dari penguatan infrastruktur jaringan, pemeliharaan preventif secara berkala, hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Ke depan, perusahaan berkomitmen memperkuat sistem kelistrikan melalui program pemeliharaan preventif, peningkatan kapasitas peralatan, serta pengembangan infrastruktur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat di wilayah Papua dan Papua Barat.

Reporter: Ragil
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top