PAPUA — Persija Jakarta tidak main-main dalam menatap kompetisi musim depan. Di tengah program pemusatan latihan di Thailand, skuad Macan Kemayoran menjalani dua sesi latihan per hari—fisik pada pagi hari dan taktikal di sore hari. Intensitas ini sengaja dirancang untuk membangun ketahanan fisik sekaligus mempercepat pemahaman pemain terhadap skema permainan yang diinginkan pelatih.
Shin Tae-yong menekankan bahwa seluruh program latihan berat tersebut hanya akan berjalan optimal jika para pemain memiliki kesadaran diri untuk menjaga kondisi tubuh. Bagi pelatih asal Korea Selatan itu, istirahat yang cukup bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari proses pembentukan tim.
"Menurut saya, para pemain kami sekarang sudah memahami disiplin dalam kebebasan yang diberikan. Jadi, mereka menjalankannya dengan sangat baik," ujar Shin Tae-yong dalam keterangan resminya.
Filosofi yang diterapkan pelatih berusia 55 tahun ini sederhana: pemain diberikan keleluasaan, tetapi harus paham kapan waktunya bekerja keras di lapangan dan kapan waktunya memulihkan energi. Pola profesional inilah yang dinilai akan menentukan seberapa cepat pemain menyerap instruksi taktikal selama TC berlangsung.
Persija memang tidak punya banyak waktu untuk bersiap. Jadwal awal musim sudah menunggu dengan dua ujian berat yang beruntun. Pasukan Shin Tae-yong dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC Samarinda, lalu menjamu Persib Bandung di pekan kedua BRI Super League 2026/2027.
Dua laga melawan tim papan atas itu menjadi alasan utama mengapa porsi latihan fisik dan taktikal di Thailand dibuat sepadat ini. Pelatih ingin memastikan skuadnya tidak mengalami penurunan performa saat menghadapi tekanan tinggi di awal musim.
Lebih dari sekadar pematangan fisik dan taktikal, TC di Thailand dimanfaatkan Persija untuk membangun kebiasaan profesional jangka panjang. Kemampuan pemain dalam menjaga pola istirahat dan pemulihan di luar jam latihan menjadi tolok ukur kedisiplinan yang tidak bisa ditawar.
Dengan fondasi disiplin yang kuat, Persija berharap bisa bersaing secara konsisten di papan atas klasemen. Target juara yang dicanangkan klub pun diyakini hanya bisa diraih jika seluruh elemen tim, terutama para pemain, memiliki tanggung jawab penuh terhadap proses yang sedang dijalani di Thailand.