Distrik Wari dan Douw Disiapkan Jadi Lumbung Padi Tolikara, Bappeda: Tanah Sangat Cocok untuk Pertanian

Penulis: Saiful  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:19:01 WIB
Bappeda Tolikara menyiapkan Distrik Wari dan Douw sebagai lumbung padi untuk mendukung ketahanan pangan lokal dan Papua Pegunungan.

Pemerintah Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, memutuskan untuk memfokuskan Distrik Wari dan Douw sebagai lumbung pertanian daerah. Kepala Bappeda Tolikara, Elisabeth Y Flassy Wandik, menyebut tanah di dua distrik dataran rendah itu sangat cocok untuk penanaman padi dalam jumlah besar. Langkah ini sekaligus menjadi strategi mengurangi ketergantungan warga terhadap beras dengan mengoptimalkan potensi sagu lokal.

WAMENA — Kabupaten Tolikara yang dikenal sebagai wilayah pegunungan ternyata menyimpan potensi pertanian besar di dua distriknya. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat tengah menyiapkan Distrik Wari dan Douw menjadi lokasi utama pengembangan padi sekaligus lumbung pangan lokal.

Kepala Bappeda Kabupaten Tolikara, Elisabeth Y Flassy Wandik, mengatakan perencanaan ini sudah masuk dalam agenda pembangunan ke depan. Ia menegaskan tanah di kedua distrik tersebut dinilai sangat subur dan cocok untuk mendukung pertumbuhan pangan bagi Tolikara maupun Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami ke depan telah menyiapkan Wari dan Douw sebagai lokasi pertanian yang akan menyokong pertumbuhan pangan lokal di Tolikara maupun Papua Pegunungan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Wamena, Senin.

Dataran Rendah di Tengah Pegunungan

Keunikan geografis menjadi alasan utama pemilihan dua distrik ini. Meski Tolikara berada di kawasan Pegunungan Papua, Distrik Wari dan Douw justru berada di dataran rendah. Kondisi ini membuat kawasan tersebut banyak ditumbuhi pohon sagu yang selama ini menjadi komoditas pangan lokal.

Potensi itu, kata Elisabeth, sudah mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Bupati Tolikara bahkan telah meresmikan Festival Sagu di Distrik Wari dan Douw sebagai momentum pengembangan pangan lokal.

“Maka tahu lalu, bapak bupati telah meresmikan Festival Sagu di Distrik Wari dan Douw sebagai momentum dalam pengembangan pangan lokal,” ujarnya.

Dorong Diversifikasi Pangan, Kurangi Ketergantungan Beras

Pengembangan dua distrik ini tak hanya berhenti pada padi. Pemerintah kabupaten berencana memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis umbi-umbian yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat Papua Pegunungan.

Dengan potensi sagu yang melimpah, warga didorong untuk turut mengonsumsi sagu sebagai alternatif pangan. Langkah ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap pasokan beras dari luar daerah.

“Umbi sebagai makanan lokal masyarakat Papua Pegunungan, tetapi dengan potensi sagu maka kami akan dorong ketahanan pangan lokal juga masyarakat dapat mengkonsumsi sagu supaya tidak ada ketergantungan terhadap pangan beras,” jelas Elisabeth.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan di Tolikara. Selain memenuhi kebutuhan lokal, ke depan produksi dari Distrik Wari dan Douw juga diharapkan bisa menyuplai kebutuhan wilayah lain di Papua Pegunungan.

Reporter: Saiful
Sumber: papua.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top