Tim SAR gabungan dikerahkan mencari tiga nelayan yang hilang di sekitar Muara Kali Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ketiganya tidak kembali setelah berangkat mengecek jaring menggunakan speedboat sejak Sabtu pagi. Tim dari Merauke diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Selasa sekitar pukul 10.18 WIT setelah menempuh perjalanan laut sekitar 20 jam.
MERAUKE — Kepala SAR Merauke Rudi mengatakan laporan hilangnya ketiga nelayan diterima pihaknya pada Senin (21/9), setelah upaya pencarian mandiri warga tidak membuahkan hasil. Ketiga nelayan tersebut yakni Frederikus Yolmen (23), Andreas Koboon (24), dan Abelbertus Game Yolmen (14).
Sebelum dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, warga dari Pulau Mooi dan Kampung Konorau sempat menyisir perairan hingga Distrik Waan. Pencarian swadaya itu tidak menemukan jejak ketiganya, sehingga laporan diteruskan ke Polsek Kimam.
Ketiga nelayan berangkat dengan speedboat pada Sabtu pagi untuk mengecek jaring di muara. Hingga malam, mereka tidak kembali ke kampung. Selisih waktu antara keberangkatan dan laporan ke Pos SAR Okaba menjadi penentu cepatnya tim bergerak ke lokasi.
Tim SAR dari Pos SAR Okaba dan Kantor SAR Merauke langsung menuju titik Last Known Position (LKP) begitu tim gabungan dibentuk. Jarak lokasi kejadian diperkirakan 240 kilometer dari Kantor SAR Merauke dengan heading 273,31 derajat atau arah barat.
Perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu sekitar 20 jam lewat jalur laut. Tim SAR dari Merauke diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Selasa (22/9) sekitar pukul 10.18 WIT.
Berbagai peralatan pendukung dikerahkan, di antaranya Rigid Buoyancy Boat (RBB), Sea Reader, dan peralatan komunikasi. Kesiapan logistik menjadi krusial mengingat medan tempuh yang jauh dan berbasis perairan.
Kondisi cuaca di lokasi operasi saat ini dilaporkan cerah berawan dengan angin berhembus dari arah Tenggara ke Selatan berkecepatan 16–27 km/jam.
"Kondisi cuaca di lokasi operasi saat ini dilaporkan cerah berawan dengan angin berhembus dari arah Tenggara ke Selatan berkecepatan 16–27 km/jam," ujar Rudi.
Cuaca yang relatif bersahabat memberi ruang bagi tim gabungan untuk menyisir perairan di sekitar muara. Namun jarak tempuh yang panjang tetap menjadi kendala utama dalam operasi pencarian ini.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan ketiga nelayan. Masyarakat pesisir di sekitar Distrik Waan dan Pulau Mooi diminta tetap memantau perkembangan operasi pencarian.
Tim SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran di sekitar Muara Kali Mooi hingga ketiga nelayan ditemukan. Setiap informasi dari warga diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.