PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat bersama Dewan Energi Nasional membahas implementasi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 gigawatt guna memperkuat ketahanan energi di Tanah Papua. Pembahasan berlangsung dalam audiensi strategis bersama Pemda Papua pada Rabu (16/9), membahas kondisi kelistrikan terkini di wilayah tersebut. General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur menyebut dukungan DEN penting untuk mengatasi kendala kelistrikan di daerah.
JAYAPURA — General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan akses listrik yang merata meski menghadapi tantangan geografis dan demografis di Tanah Papua. Program PLTS 100 GW menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi bersama DEN dan Pemda Papua.
Papua memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan. Kondisi geografis yang sulit dan sebaran penduduk yang tidak merata membuat pendekatan pembangunan listrik di wilayah ini berbeda dari daerah lain.
"Untuk itu dukungan DEN menjadi penting bagi PLN dalam mengatasi berbagai kendala kelistrikan di daerah, termasuk dalam pengembangan sumber energi baru dan terbarukan," ujar Roberth.
Melalui kerja sama itu, PLN optimistis bisa terus menghadirkan listrik yang andal dan merata bagi seluruh masyarakat di Tanah Papua.
PLN menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan kelistrikan dapat berjalan secara berkelanjutan. Listrik diharapkan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.
"Oleh sebab itu kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar pembangunan kelistrikan dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok," katanya lagi.
Anggota Pemangku Kepentingan DEN dari Unsur Akademisi Johni Jonatan Numberi menilai upaya PLN dalam menjaga keandalan sistem jaringan untuk melistriki Papua sudah berjalan dengan baik. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar hasilnya lebih optimal.
"Kami menilai upaya PLN dalam menjaga keandalan sistem jaringan untuk melistriki Papua sudah berjalan dengan baik sehingga perlu didukung melalui sinergi berbagai pihak agar lebih baik lagi," katanya.
Johni menambahkan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah melalui badan usahanya, serta sektor swasta di tingkat daerah, nasional maupun internasional sangat diperlukan. Kolaborasi itu dinilai mampu mempercepat pembangunan kelistrikan di Tanah Papua.
Audiensi strategis yang digelar Rabu (16/9) menjadi wadah pembahasan kondisi kelistrikan terkini di Tanah Papua. Pertemuan itu melibatkan PLN, Pemda Papua, dan DEN sebagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan energi terbarukan.
Pembahasan mencakup pengembangan sumber energi baru dan terbarukan, termasuk PLTS 100 GW. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan keandalan energi di wilayah tersebut.