JAYAPURA — Rombongan siswa Level Up Learning Center Jayapura menyusuri sejumlah fasilitas kelistrikan milik PT PLN (Persero). Mereka tidak hanya mendengar paparan di ruang kelas, tetapi melihat langsung bagaimana petugas memantau aliran listrik dan menangani laporan pelanggan.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (25/9) itu menyasar siswa program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Tujuannya menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kelas dengan praktik lapangan.
Di sesi awal, siswa mendapat penjelasan soal proses bisnis PLN. Mereka menelusuri perjalanan listrik dari pembangkit hingga sampai ke rumah pelanggan.
Materi berlanjut ke pengenalan PLN Mobile. Aplikasi itu memuat sejumlah layanan yang bisa diakses pelanggan secara digital, mulai dari pembayaran hingga pelaporan gangguan.
Pembahasan keselamatan ketenagalistrikan juga masuk dalam agenda. Siswa dibekali pemahaman soal potensi bahaya listrik dan langkah pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.
Usai pemaparan, rombongan diajak menuju SPKLU. Di titik ini, siswa diperkenalkan dengan teknologi pengisian kendaraan listrik sekaligus perkembangan infrastruktur energi bersih di Papua.
Perjalanan berlanjut ke Command Center PLN. Fasilitas tersebut menjadi tempat petugas memantau kondisi kelistrikan dan menangani laporan masyarakat secara real-time.
Guru Pendamping Level Up Learning Center Jayapura, Abd. Azis Khouw, menilai kunjungan itu memberi pengalaman berbeda bagi para siswa.
"Selama ini siswa mungkin hanya mempelajari sistem kelistrikan lewat teori. Melalui kunjungan ini, kami berharap mereka bisa melihat dan memahami langsung teknologi, perjuangan, serta komitmen PLN dalam menerangi Papua," kata Azis.
Azis juga mengapresiasi penyampaian materi dan pendampingan yang diberikan PLN selama kunjungan berlangsung.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi institusi pendidikan untuk mengenal lebih jauh sektor ketenagalistrikan dan pelayanan publik.
"Listrik telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Mengingat generasi muda adalah ujung tombak masa depan, kami mengajak seluruh pihak bersinergi," ujar Roberth.
Menurut Roberth, pemahaman mengenai layanan digital PLN, perkembangan transisi energi, dan keselamatan ketenagalistrikan penting dikenalkan kepada generasi muda.
"Pemahaman yang utuh terkait layanan digital PLN, langkah transisi energi, hingga kesadaran akan keselamatan sangat penting agar kelistrikan memberikan manfaat optimal bagi kemajuan Tanah Papua," katanya.
Kunjungan ini menjadi salah satu cara PLN memperkenalkan sektor ketenagalistrikan ke sekolah dan lembaga bimbingan belajar di Papua. Institusi pendidikan yang berminat bisa menyusul agenda serupa.