PAPUA — Cinta Laura membawa batik ke panggung Festival Film Cannes 2025 di Prancis lewat kebaya merah rancangan Intan Avantie yang dipadukan kain Batik Prada motif bunga Pekalongan. Penampilan itu jadi salah satu dari sejumlah momen selebriti Indonesia memperkenalkan batik di acara berskala global, termasuk Maudy Ayunda di KTT ASEAN ke-43.
Cinta Laura mengenakan busana tersebut saat menghadiri pemutaran perdana film Eddington dalam rangkaian Festival Film Cannes pada 16 Mei 2025. Paduan kebaya bergaya kontemporer dan kain batik itu menciptakan tampilan glamor yang tetap menonjolkan identitas busana Indonesia.
Batik memang tidak lagi identik dengan busana formal semata. Di tangan para desainer dan selebriti, kain tradisional ini diolah menjadi beragam gaya, dari kebaya elegan hingga busana modern untuk acara bergengsi.
Selain memakai batik di atas panggung internasional, Cinta Laura dikenal aktif memperkenalkan kain itu kepada figur dunia. Pada Paris Fashion Week 2024, ia memberikan kain batik kepada model sekaligus aktris Cara Delevingne.
Langkah itu memperluas cara batik diperkenalkan. Tidak hanya dikenakan, batik juga dijadikan cendera mata yang dibawa ke lingkaran mode global.
Maudy Ayunda menjadikan batik bagian dari penampilannya saat menjadi juri ASEAN Business Award dalam rangkaian KTT ASEAN ke-43 pada 2023. Ia mengenakan busana bergaya hanbok yang dipadukan dengan batik Cirebon.
Rok batik tersebut dirancang khusus oleh Wilsen Willim. Motif merak dan kupu-kupu dipakai sebagai aksen yang memberi kesan feminin sekaligus klasik, ciri khas batik pesisiran Cirebon.
Atasan hitam bergaya blazer dipadukan dengan rok berpotongan high-waist menyerupai siluet hanbok. Penampilan itu menunjukkan batik bisa dikemas dengan sentuhan modern untuk acara formal.
Dua penampilan itu mewakili dua jalur berbeda. Cinta Laura membawa batik ke karpet merah festival film, sementara Maudy Ayunda menampilkannya di forum ekonomi regional.
Keduanya sama-sama memakai batik bukan sebagai seragam acara budaya, melainkan sebagai pilihan gaya yang disengaja. Motif Pekalongan dan Cirebon pun ikut disebut, memperkuat jejak daerah asal kain tersebut di mata penonton internasional.
Momen seperti ini biasanya ramai dibahas menjelang Hari Batik Nasional, saat publik kembali menengok cara selebriti Indonesia membawa warisan budaya ke acara berskala global.