PAPUA — Ben Affleck menjadi perbincangan di komunitas teknologi setelah wawancaranya soal neural network, transformer, dan GPU beredar luas di media sosial. Aktor yang juga pendiri startup InterPositive ini disebut-sebut terlibat dalam akuisisi perusahaannya oleh Netflix, dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun.
Wawancara Ben Affleck bersama GQ dalam program One More Question memperlihatkan sisi lain aktor Hollywood tersebut. Ia membahas cara kerja model AI, arsitektur transformer, hingga peran GPU dalam pengembangan kecerdasan buatan modern.
Kemampuan Affleck menjelaskan teknologi rumit dengan bahasa yang mudah dipahami membuat cuplikan wawancaranya menyebar di berbagai platform media sosial. Komunitas teknologi pun memberi perhatian lebih pada penjelasannya.
Affleck tidak hanya menyinggung penggunaan ChatGPT atau AI untuk membuat gambar. Ia menjelaskan bagaimana jaringan saraf buatan mempelajari pola dari data dan mengapa teknologi tersebut berpeluang besar mengubah proses produksi film.
Yang membuat pembahasannya menonjol adalah cara ia menghubungkan konsep teknis dengan kebutuhan nyata para pembuat film. Alih-alih membicarakan AI sebagai teknologi yang sedang populer, ia melihatnya sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan produksi.
Penjelasannya mencakup peran GPU sebagai komponen penting dalam pengembangan AI modern. Affleck juga membahas transformer, arsitektur yang dipakai banyak model AI generatif saat ini.
Pengetahuan Affleck soal AI bukan sekadar hobi. Aktor sekaligus sutradara berusia 54 tahun itu merupakan pendiri InterPositive, perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI untuk industri perfilman.
InterPositive berfokus pada pemanfaatan AI untuk membantu pekerjaan pascaproduksi dan pengolahan gambar dalam film. Teknologi semacam ini berpotensi membantu sineas melakukan penyesuaian visual, mengatasi kendala teknis pengambilan gambar, dan menyederhanakan proses produksi yang sebelumnya memakan waktu panjang.
Startup tersebut kemudian diakuisisi Netflix sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam produksi konten. Langkah ini menandai minat platform streaming besar terhadap perangkat AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri kreatif.
Akuisisi InterPositive oleh Netflix sempat menjadi sorotan karena nilai transaksinya dilaporkan mencapai USD 587 juta atau sekitar Rp 9,7 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS.
Affleck menyatakan angka yang beredar tersebut tidak akurat. Nilai resmi transaksi belum dipublikasikan secara terbuka oleh pihak Netflix maupun InterPositive.
Meski demikian, Affleck menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu bagi para pembuat film, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia. Pandangan ini sejalan dengan posisi InterPositive yang mengembangkan AI untuk mendukung, bukan menggantikan, peran sineas dalam proses produksi.
Perbincangan soal Affleck dan AI menunjukkan bagaimana batas antara figur hiburan dan pelaku teknologi semakin tipis. Minat Netflix terhadap InterPositive juga memberi sinyal bahwa adopsi AI di industri konten tidak lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi produksi jangka panjang.