Google Play Store Rilis Pembuat Aplikasi Android Berbasis AI

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:11:01 WIB
Google memperbarui Play Store dengan fitur pembuat aplikasi Android berbasis AI.

PAPUA — Google menghadirkan fitur pembuat aplikasi Android pribadi berbasis AI di Play Store melalui pembaruan Oktober 2026, tanpa perlu akun pengembang. Fitur ini memakai Google AI Studio dan akun Google biasa, mulai tersedia bertahap di Amerika Serikat untuk pengguna berusia minimal 18 tahun. Langkah ini menandai pergeseran Play Store dari toko unduhan menjadi platform kreasi bagi pengguna awam.

Fitur pembuat aplikasi ini menyasar siapa pun yang ingin membuat aplikasi fungsional tanpa menulis kode. Pengguna cukup memakai akun Google biasa untuk merancang aplikasi sesuai kebutuhan dan menjalankannya langsung di perangkat Android.

Aplikasi hasil kreasi bersifat pribadi dan tidak akan muncul di katalog publik Google Play Store. Google juga menyiapkan opsi berbagi aplikasi dengan teman dan keluarga pada tahap berikutnya.

Apa yang Bisa Dibuat Pengguna Tanpa Akun Developer

Proses pembuatan aplikasi memanfaatkan Google AI Studio sebagai mesin utama. Pengguna mendeskripsikan aplikasi yang diinginkan, lalu sistem menyusunnya menjadi aplikasi yang bisa dijalankan di perangkat.

Batasannya jelas. Distribusi untuk publik tetap menuntut akun pengembang profesional dan melewati pemeriksaan keamanan. Jadi jalur ini murni untuk pemakaian pribadi, bukan untuk merilis aplikasi komersial.

Fitur ini mulai tersedia secara bertahap di sejumlah pasar, termasuk Amerika Serikat, untuk pengguna berusia minimal 18 tahun. Google belum memastikan kapan fitur tersebut hadir di negara lain, termasuk Indonesia.

Ask Play hingga Game Finder Jadi Satu Paket Pembaruan

Pembuat aplikasi berbasis AI bukan satu-satunya tambahan dalam pembaruan ini. Google menghadirkan Ask Play yang bisa membandingkan aplikasi secara berdampingan, lengkap dengan perbedaan fitur dan rangkuman pendapat pengguna.

Ada juga Play in Gemini yang akan menampilkan aplikasi, gim, dan konten pengembang Google Play dalam percakapan Gemini. Fitur ini menyatukan penemuan aplikasi ke dalam alur percakapan AI.

Untuk pengguna gim, Google menambahkan Game Finder yang merekomendasikan permainan berdasarkan kebiasaan bermain dan preferensi pengguna. Fitur Game Playlists juga memungkinkan pengguna mengumpulkan gim favorit dalam satu daftar.

Fitur Sosial dan Gaming di Ekosistem Play

Google turut menghadirkan fitur sosial seperti Sprints, yaitu tantangan bermain selama 48 jam untuk dua hingga lima pemain. Ada pula Community Posts untuk bertanya dan berbagi jawaban di halaman gim.

Sementara itu, Sidekick dapat merekam cuplikan permainan berdurasi 30 detik dan memantau tantangan tertentu di perangkat yang didukung. Fitur ini memperkuat sisi komunitas yang selama ini jadi kelemahan Play Store dibanding platform gim lain.

Pembaruan lainnya mencakup tambahan gim untuk Google Play Games di PC, dukungan penyimpanan cloud lintas perangkat, serta tampilan Play Store yang diperbarui untuk mobil, perangkat XR, dan laptop Googlebook.

Konteks Persaingan dengan Apple dan Platform AI Lain

Langkah Google ini memperluas akses pembuatan aplikasi ke pengguna non-teknis, segmen yang selama ini jadi ceruk layanan seperti Glide, Bubble, atau MIT App Inventor. Bedanya, Google menempelkan fitur tersebut langsung ke Play Store yang sudah terpasang di mayoritas perangkat Android.

Bagi pelaku bisnis digital, fitur ini berpotensi memunculkan gelombang aplikasi internal skala kecil yang tak perlu melewati proses publikasi panjang. Namun karena distribusinya terbatas pada lingkaran pribadi, dampaknya ke ekosistem aplikasi komersial masih terbatas.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, Google ingin membuat Play Store lebih dari sekadar tempat mengunduh aplikasi. Pengguna juga bisa menemukan konten yang sesuai, berinteraksi dengan pemain lain, dan mulai membuat aplikasi pribadi dengan bantuan AI.

Reporter: Sutomo
Sumber: carisinyal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top