MAYBRAT — Penemuan senjata Caracal itu merupakan hasil kerja sama tiga satuan TNI, yakni Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB. Ketiga satuan bergerak bersama setelah memperoleh petunjuk lokasi dari keterangan sejumlah pihak.
Menurut Penerangan Koops TNI Habema, pengamanan dan pendalaman informasi dilakukan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaan senjata hasil rampasan. Dari situ tim memperoleh petunjuk arah pencarian.
Informasi soal lokasi senjata mengalir setelah pengamanan Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem. Petugas juga mendalami keterangan dari Anton Fatem dan Yesias Fatem.
Kedua nama terakhir sebelumnya dilaporkan lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelum penyerahan diri. Komunikasi dan pendalaman keterangan dari mereka membuka jalan bagi tim gabungan menemukan lokasi senjata yang dirampas pada Maret lalu.
Petugas kemudian melakukan pencarian hingga menemukan senjata Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter. Seluruh barang bukti diamankan untuk proses lebih lanjut.
Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengapresiasi profesionalisme dan kerja sama seluruh personel yang terlibat. Menurut dia, keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian dalam mengolah informasi, serta profesionalisme prajurit.
"Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit. Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," ujar Riyanto.
Riyanto menegaskan setiap langkah pengamanan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Pendekatan itu, katanya, tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Koops TNI Habema belum menutup operasi. Pendalaman informasi dan pencarian masih berlanjut terhadap satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo yang berdasarkan informasi awal diduga disembunyikan di wilayah Maybrat.
Upaya tersebut dilakukan untuk menelusuri keberadaan senjata yang belum ditemukan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan senjata api yang mengancam keamanan masyarakat. Koops TNI Habema menyatakan pengamanan wilayah harus berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.
Pendekatan itu diharapkan mendukung masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, serta membuka ruang bagi terciptanya situasi Papua yang lebih damai. Perkembangan lanjutan akan disampaikan berdasarkan hasil kegiatan dan informasi yang telah terverifikasi.