MANOKWARI SELATAN — Angka 30 persen itu terhitung sejak pengerjaan jalan di Kampung Yamboi memasuki hari keenam. Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel menyebut sisa pekerjaan masih menuntut penambahan tenaga dan material agar target waktu tidak terlampaui.
Pengerjaan infrastruktur jalan dipacu dengan melibatkan masyarakat setempat secara bergotong royong. Tahapan yang sedang berjalan mencakup penyiapan badan jalan, penghamparan material, hingga pengecoran beton.
Di lokasi pembangunan, prajurit TNI dan warga terlihat mengangkut material memakai gerobak dorong. Mereka juga meratakan adukan beton di titik-titik pengecoran.
Sinergi tersebut digambarkan sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Pola kerja gotong royong dipilih agar warga ikut memiliki hasil pembangunan.
Jalan Kampung Yamboi diproyeksikan meningkatkan aksesibilitas warga. Mobilitas harian diharapkan lebih lancar setelah badan jalan selesai dicor.
Manfaat lain yang dibidik adalah kemudahan jangkauan masyarakat menuju fasilitas umum dan pelayanan publik. Selama ini akses terbatas disebut menjadi kendala warga pedesaan di wilayah tersebut.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel menyatakan komitmennya mengoptimalkan waktu dan mengerahkan segenap tenaga. Sasaran fisik ditargetkan rampung tepat waktu sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
Percepatan pengerjaan menjadi kunci karena progres 30 persen pada hari keenam menyisakan pekerjaan pengecoran dan perapian badan jalan. Warga Kampung Yamboi menjadi pihak yang paling menantikan hasil akhir proyek ini.