PAPUA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 208,02 poin atau 4,16 persen ke posisi 5.204,63 pada penutupan sesi I Selasa (20/10/2026). Penguatan ini ditopang gelombang buyback emiten hingga inisiatif BEI merespons evaluasi MSCI. Analis menilai target rebound berikutnya berada di area 5.318–5.400.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menyebut ada empat sentimen yang menopang pemulihan indeks. Salah satunya rencana sejumlah emiten menyiapkan dana buyback, yang berpotensi menjaga permintaan saham di tengah volatilitas pasar.
Sentimen kedua datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa berencana memperluas keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen, sekaligus mengeluarkan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Menurut Helmy, langkah BEI itu menjadi perhatian penting untuk memulihkan kepercayaan investor. "Implementasi kebijakan ini menjadi perhatian untuk memulihkan kepercayaan investor," ujarnya.
Sentimen ketiga berasal dari Danantara, yang siap menambah kepemilikan saham-saham BUMN. Inisiatif itu mendukung optimisme terhadap saham bank BUMN, yang selama ini menjadi motor penguatan IHSG.
Adapun sentimen keempat adalah komitmen reformasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah. Penegakan aturan terhadap dugaan coordinated trading serta peningkatan transparansi dinilai menjadi katalis positif bagi pasar.
Helmy memetakan area resistance di 5.318–5.400. Level itu menjadi target rebound sekaligus pengujian awal untuk menilai kekuatan pemulihan indeks.
"Resistance 5.318–5.400, area ini menjadi target rebound sekaligus pengujian awal untuk menilai kekuatan pemulihan," kata Helmy dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Meski begitu, ia mengingatkan pasar masih menunggu bukti implementasi yang konsisten. Terutama di tengah proses konsultasi reklasifikasi Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Penguatan IHSG sejalan dengan lonjakan kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 naik 31,27 poin atau 6,40 persen ke posisi 519,73.
Frekuensi perdagangan tercatat 1,63 juta kali transaksi, dengan 39,30 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp 17,13 triliun. Sebanyak 654 saham naik, 137 turun, dan 172 stagnan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas sektor kompak menguat. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 6,49 persen, disusul barang baku 4,63 persen dan properti 4,55 persen.
Rebound hari ini menjadi ujian awal bagi pasar domestik. Sebab, arah IHSG ke depan bergantung pada seberapa cepat janji reformasi BEI, OJK, dan Danantara berubah menjadi langkah nyata di lapangan.