PAPUA — Infinix GT 50 Pro dijadwalkan meluncur di India pada 27 Oktober 2025 dengan paket bundel berisi tiga aksesori gaming sekaligus. Ponsel ini mengandalkan chipset Dimensity 8400 Ultimate, layar AMOLED 144Hz, dan baterai 6.500 mAh. Paket lengkapnya menyasar gamer yang ingin pengalaman bermain lebih serius tanpa membeli periferal terpisah.
Infinix menyiapkan paket penjualan berbeda untuk GT 50 Pro di pasar India. Ketimbang menjual aksesori secara terpisah, vendor asal Shenzhen itu membundel tiga perangkat pendukung gaming dalam satu paket pembelian. Strategi tersebut menempatkan GT 50 Pro bukan sekadar ponsel performa tinggi, melainkan ekosistem bermain yang siap dipakai sejak kotak dibuka.
Bundel tersebut mencakup tiga aksesori dengan fungsi berbeda. Masing-masing dirancang menutup kebutuhan bermain yang biasanya ditangani perangkat tambahan dari pihak ketiga.
Dapur pacu GT 50 Pro memakai MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chipset kelas menengah-atas itu dipasangkan dengan layar AMOLED ber-refresh rate 144Hz, kombinasi yang lazim dicari gamer mobile untuk respons sentuhan cepat. Daya tahan diserahkan pada baterai berkapasitas 6.500 mAh, angka yang tergolong besar di kelasnya.
Kapasitas baterai sebesar itu masuk akal mengingat profil pemakaian gamer: sesi panjang, layar terang, dan refresh rate tinggi. Infinix belum mengungkap detail lain seperti kapasitas RAM, penyimpanan, atau spesifikasi kamera.
GT NX Station jadi bagian paling menarik dari bundel. Dock ini mengubah ponsel menjadi konsol rumahan sederhana, cukup sambungkan ke TV atau monitor untuk bermain di layar besar. Batas 4K 60Hz menunjukkan orientasi pada kelancaran, bukan resolusi ekstrem di atas 120Hz.
GT NX Controller melengkapi pengalaman itu dengan kontrol fisik, termasuk dukungan dua pemain pada perangkat yang kompatibel. Sementara GT MagCharge Cooler 2.0 menyatukan dua fungsi yang biasanya terpisah: mendinginkan suhu bodi lewat elemen termoelektrik sekaligus mengisi baterai tanpa kabel.
Infinix belum membuka harga resmi GT 50 Pro maupun paket bundelnya. Yang sudah pasti, peluncuran berlangsung di India pada 27 Oktober. Informasi harga dan varian biasanya menyusul mendekati hari peluncuran, termasuk kemungkinan ketersediaan di pasar lain seperti Indonesia.
Langkah Infinix membundel aksesori berbeda dari pendekatan merek gaming mapan yang kerap menjual controller atau cooler secara terpisah dengan harga tambahan. Bagi konsumen, model bundel menyederhanakan keputusan beli: satu transaksi, tiga perangkat pendukung langsung siap pakai.
Risikonya, harga paket bisa lebih tinggi ketimbang membeli ponsel saja. Infinix tampaknya menargetkan pembeli yang memang ingin langsung bermain serius, bukan pengguna kasual yang hanya butuh ponsel kencang untuk media sosial dan game ringan.
GT 50 Pro paling masuk akal dilirik gamer yang sering bermain di ponsel dan sesekali ingin menikmati layar besar lewat dock. Pembeli yang tidak membutuhkan controller atau cooler sebaiknya menunggu apakah Infinix juga menjual unit ponsel tanpa bundel.