Pencarian

Riset Opensignal: 5G Telkomsel 3,9 Kali Lebih Cepat dari WiFi

Senin, 28 September 2026 • 21:20:01 WIB
Riset Opensignal: 5G Telkomsel 3,9 Kali Lebih Cepat dari WiFi
Riset Opensignal mencatat kecepatan unduh rata-rata 5G di Indonesia mencapai 54,6 Mbps.

PAPUA — Riset Opensignal periode 1 Agustus–29 Oktober 2022 mencatat kecepatan unduh rata-rata 5G di Indonesia mencapai 54,6 Mbps, atau 3,9 kali lebih cepat dibanding WiFi yang hanya 14,6 Mbps. Temuan ini menempatkan 5G Telkomsel unggul dalam hal kecepatan puncak, meski WiFi masih dominan untuk koneksi indoor tanpa batas kuota.

Data Opensignal yang dirilis untuk periode 1 Agustus hingga 29 Oktober 2022 menunjukkan pengguna ponsel di Indonesia rata-rata mencatat kecepatan unduh 17 Mbps saat mengakses internet lewat jaringan 4G. Angka itu turun menjadi 14,6 Mbps ketika perangkat terhubung ke WiFi.

Sebaliknya, pengguna yang berada di area coverage 5G mencatatkan kecepatan unduh rata-rata 54,6 Mbps. Artinya, jaringan 5G generasi kelima ini 3,3 kali lebih cepat dari 4G dan 3,9 kali lebih cepat dibanding WiFi.

Kecepatan Unggah dan Latensi Jadi Pembeda

Selisih tidak hanya terjadi pada kecepatan unduh. Rata-rata kecepatan unggah 5G tercatat 19,6 Mbps, sementara 4G hanya 7,7 Mbps dan WiFi 6,3 Mbps. Dengan demikian, 5G unggul 2,5 kali dari 4G dan 3,1 kali dari WiFi pada metrik unggah.

Hardik Khatri, analis Opensignal, menyatakan bahwa 4G di Indonesia masih memiliki keunggulan dibanding WiFi, baik WiFi publik maupun swasta. "Namun, 5G memberikan pengalaman yang jauh lebih baik dibanding 4G dan WiFi," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Opensignal.

Beda Teknologi: Frekuensi Berlisensi vs Nirkabel Lokal

Telkomsel 5G berjalan di atas spektrum frekuensi berlisensi milik operator, mencakup band n40 di 2300 MHz dan n1 di 2100 MHz. Sinyalnya dipancarkan melalui infrastruktur Menara BTS berskala luas.

WiFi bekerja dengan pendekatan berbeda. Jaringan nirkabel lokal ini memakai spektrum tidak terlisensi di 2,4 GHz dan 5 GHz, dengan sinyal dipancarkan router lokal yang terhubung ke jaringan kabel pita lebar berbasis fiber optic.

Ketersediaan: WiFi Merata, 5G Masih Klaster

WiFi jauh lebih melimpah di dalam ruangan — rumah, kantor, kafe, mal, hingga fasilitas umum. Keberadaannya bergantung pada ketersediaan jaringan kabel fiber optic di area tersebut. Aksesnya pun butuh password atau autentikasi login.

Telkomsel 5G masih bersifat klaster (spot coverage), difokuskan pada pusat perkotaan, kawasan bisnis, pemukiman padat, dan lokasi industri strategis. Telkomsel menyatakan berkomitmen memperluas jaringan 5G ke titik-titik krusial lainnya.

Untuk mengakses 5G Telkomsel, pengguna cukup berada di area coverage, memakai HP yang kompatibel, dan kartu USIM 4G/5G. Tanpa perlu meminta izin akses tambahan seperti halnya WiFi.

Kecepatan Teoretis dan Realita di Lapangan

Pada tahap pertama peluncuran komersial 5G Telkomsel, sinyal 5G secara teori dapat memberikan kecepatan unduh hingga 400 Mbps untuk Orbit dan 750 Mbps untuk mobile. Namun, rata-rata pengalaman unduh di lapangan berada di kisaran 100 Mbps sampai 250 Mbps.

Angka itu bergantung pada kualitas sinyal, kapabilitas perangkat 5G yang digunakan, serta kepadatan pelanggan 5G di lokasi tersebut. WiFi rumah standar umumnya berada di paket 30 Mbps sampai 100 Mbps, meski kecepatan aktualnya sangat tergantung paket langganan internet kabel yang dipasang.

Implikasi untuk Pengguna dan Industri

Latensi super rendah (ultra-low latency) 5G membuka peluang komunikasi real-time yang lebih mulus. Video call kualitas tinggi, virtual event, hingga teknologi Augmented/Virtual Reality dapat terasa seperti interaksi tatap muka.

Di skala bisnis, keberadaan 5G mendukung otomatisasi pabrik (smart factory), operasional tambang cerdas (smart mining), hingga sistem logistik berbasis data real-time. Sektor-sektor ini menjadi kandidat utama adopsi 5G di Indonesia seiring perluasan coverage.

Pertanyaan apakah 5G bisa menggantikan WiFi rumah masih terbuka. WiFi tetap unggul untuk kapasitas tanpa batas kuota dan ketersediaan indoor, sementara 5G menawarkan mobilitas tinggi serta kemudahan akses langsung tanpa password. Kombinasi keduanya tampaknya masih menjadi pola konsumsi konektivitas pengguna Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks