Pencarian

BGN Luncurkan 13 SPPG di Papua, Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:29:01 WIB
BGN Luncurkan 13 SPPG di Papua, Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T
BGN resmi meluncurkan 13 SPPG di Jayapura, Papua, untuk memperluas layanan Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T.

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluncuran yang diumumkan di Jayapura, Minggu (4/10), menjadi bagian dari upaya memperluas layanan MBG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini menambah jumlah titik layanan gizi di provinsi paling timur Indonesia.

JAYAPURA — Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II, Nurjaeni, menyatakan bahwa peluncuran 13 SPPG tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas layanan MBG. Menurutnya, wilayah 3T menjadi prioritas karena selama ini akses layanan gizi masih terbatas.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menyasar pelajar dan kelompok rentan gizi di berbagai daerah. Kehadiran SPPG di Papua diharapkan mempercepat distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan posyandu setempat.

Mengapa Papua Menjadi Prioritas Program MBG?

Papua masuk kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi tantangan geografis dalam distribusi pangan. Kondisi ini membuat intervensi gizi dari pemerintah pusat dinilai mendesak.

BGN menyebut peluncuran 13 SPPG di Papua sebagai langkah awal. Jumlah titik layanan dimungkinkan bertambah seiring perluasan cakupan program di provinsi tersebut.

Apa Fungsi SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis?

SPPG berperan sebagai unit pelayanan yang menyiapkan, mengolah, dan menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat. Setiap SPPG bekerja dengan dapur dan tenaga pengolah yang direkrut dari warga sekitar.

Keberadaan unit ini tidak hanya memasok makanan, tetapi juga membuka lapangan kerja lokal. Warga setempat dilibatkan sebagai juru masak, pengantar, hingga petugas kebersihan dapur.

Peristiwa Humaniora Lain di Hari yang Sama

Pada hari yang sama, sejumlah peristiwa humaniora lain juga terjadi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pukul 06.55 Wita.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan yang diterima di Kupang.

Kepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, melaporkan seorang lansia berusia 73 tahun meninggal dunia akibat gempa tersebut. "Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi," kata Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi.

Gerakan Peduli Tetangga dan Pendataan Santri Nasional

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peluncuran ini bertujuan memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran RT/RW.

Kementerian Agama juga mencatat jumlah santri nasional mencapai 4,634 juta orang. Data tersebut telah terverifikasi secara by name by address (BNBA) setelah pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyebut angka itu masih berlangsung pendataannya sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri. Meski demikian, data BNBA menjadi dasar penyaluran bantuan dan program pendidikan keagamaan ke depan.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks