JAYAPURA — Longboat yang membawa barang ilegal itu melaju kencang begitu mengetahui kapal patroli mendekat. Para penumpang sempat memberi sinyal tertentu sebelum akhirnya melarikan diri ke perairan dangkal yang berisiko membuat kapal Bea Cukai kandas.
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura tetap menyisir lokasi. Hasilnya, tiga koli barang ditemukan mengapung — diduga sengaja dibuang dari longboat yang kabur.
Ribuan Batang Rokok dan 200 Butir Amunisi Aktif
Pemeriksaan terhadap tiga koli itu mengungkap 340 bungkus rokok ilegal atau setara 6.800 batang. Petugas juga menemukan 200 butir amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter.
Kepala KPPBC TMP C Jayapura Fungki Awaludin menyatakan pengejaran sempat dilakukan, namun longboat pelaku berhasil lolos ke kawasan perairan dangkal.
"Petugas kita sempat melakukan pengejaran. Namun, longboat tersebut melarikan diri ke kawasan perairan dangkal yang berisiko membuat kapal patroli kandas," kata Fungki di Kota Jayapura.
Pelaku Beri Sinyal Sebelum Kabur
Fungki menuturkan, saat kapal patroli mendekat, para penumpang longboat sempat memberikan sinyal tertentu. Begitu menyadari keberadaan petugas, mereka langsung tancap gas.
"Saat kapal patroli Bea Cukai mendekati longboat tersebut, para penumpang sempat memberikan sinyal tertentu. Namun, setelah mengetahui keberadaan petugas, mereka langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi," ujarnya.
Meski pelaku kabur, petugas tetap melakukan pencarian di sekitar lokasi pembuangan barang. Langkah itu membuahkan hasil dengan ditemukannya tiga koli berisi rokok dan amunisi.
Amunisi Diserahkan ke Polda Papua
Barang bukti rokok sebanyak 340 bungkus diamankan Bea Cukai. Adapun 200 butir amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter diserahkan kepada Polda Papua untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyebut pihaknya masih mendalami asal-usul amunisi tersebut. Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap pihak pengirim, penerima, hingga tujuan pengiriman.
"Ratusan amunisi ini diduga kuat akan diperuntukkan bagi kelompok bersenjata di Papua. Karena itu, kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan pemasok maupun penerimanya," ujar Yusuf.
Saksi di Sekitar TKP Akan Dimintai Keterangan
Penyelidikan tidak berhenti pada barang bukti. Kombes Yusuf memastikan keterangan sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara akan diambil untuk mengidentifikasi alat transportasi yang digunakan.
"Kami akan dalami lebih fokus terkait siapa pengirimnya, asal barang, dan ke mana tujuannya. Keterangan dari sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) juga akan diambil untuk mengidentifikasi alat transportasi yang digunakan," tegasnya.
Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan. Bea Cukai Jayapura dan Polda Papua masih menelusuri jaringan di balik penyelundupan amunisi di perairan Muara Tami.