Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menegaskan dukungan intelijen Badan Intelijen Negara menjadi penentu keberhasilan operasi keamanan di Papua. Operasi gabungan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menewaskan tiga komandan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya. Lucky menyebut informasi intelijen bernilai A1 membantu aparat menentukan sasaran dan menekan risiko korban sipil.
JAKARTA — Informasi intelijen dinilai menentukan arah operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata di wilayah Papua. Lucky Avianto menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menanggapi hasil operasi di Maybrat.
Menurut Lucky, sinergi antara Badan Intelijen Negara dan satuan operasi TNI menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekerasan bersenjata. Keberadaan informasi yang akurat disebut membantu aparat menentukan sasaran sekaligus mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil di sekitar wilayah penindakan.
Operasi di Maybrat Tewaskan Tiga Komandan TPNPB-OPM
Operasi penindakan dilaksanakan pasukan gabungan Satgas Yonif Marinir 9 dan Denkul 4 Satgas Rajawali V Koops TNI Habema. Sasaran operasi adalah kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Dalam kontak senjata tersebut, Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Manfret Fatem tewas di lokasi. Dua komandan batalyon, Anton Fatem selaku Komandan Batalyon Ayosami dan Yesias Fatem selaku Komandan Batalyon Mosata, dilaporkan tewas saat berusaha melarikan diri menuju kawasan Sungai Frambu.
Lucky menyatakan keberhasilan penindakan itu didukung informasi intelijen bernilai A1 dari Badan Intelijen Negara. Informasi tersebut mengungkap lokasi persembunyian ketiga komandan sebelum operasi digelar.
"Berdasarkan informasi operasi yang disampaikan, keberhasilan penindakan tersebut didukung oleh informasi intelijen bernilai A1 dari Badan Intelijen Negara (BIN)," ujar Lucky.
Barang Bukti: AK-101, Amunisi, dan Bendera Bintang Kejora
Dari lokasi kontak senjata, personel TNI mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101, puluhan butir amunisi tajam, dan selembar bendera Bintang Kejora. Ketiga komandan disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak senjata.
Pencarian terhadap dua jenazah yang disebut tenggelam di Sungai Frambu masih dilakukan. Lokasi sungai menjadi titik akhir pelarian Anton Fatem dan Yesias Fatem sebelum keduanya dilaporkan tewas.
ROE dan Keselamatan Sipil Jadi Pedoman Operasi
Lucky menegaskan TNI akan terus menjalankan tugas pengamanan wilayah dan penegakan hukum terhadap ancaman kekerasan bersenjata secara profesional, tegas, dan terukur. Seluruh personel di bawah kendali Kogabwilhan III diwajibkan mengedepankan rules of engagement, ketentuan perundang-undangan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
"Prinsip salus populi suprema lex esto, yakni keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi tetap menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan operasi. Keselamatan masyarakat sipil, perlindungan terhadap warga, dan pemeliharaan stabilitas keamanan di Papua merupakan prioritas yang harus dijaga oleh seluruh personel TNI," katanya.
Keberhasilan operasi di Maybrat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI menjaga keamanan wilayah Papua Barat Daya. Dukungan informasi intelijen BIN dan koordinasi antarsatuan diharapkan memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas, dengan tetap menjamin akuntabilitas, kepatuhan terhadap hukum, serta perlindungan masyarakat.