WASIOR — Bupati Teluk Wondama Elysa Auri menyebut masih ada siswa yang belum bisa membaca saat lulus SD, bahkan ketika sudah duduk di bangku SMP hingga SLTA. Kondisi itu disebutnya sebagai potret buram dunia pendidikan Wondama yang tidak boleh ditutup-tutupi. Persoalan tersebut, kata Auri, menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua siswa.
Imbauan itu disampaikan Auri saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Guru se Kabupaten Teluk Wondama di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Rasiei. Ia meminta para guru dan pihak sekolah tidak membiarkan anak didik yang belum lancar membaca.
Solusi di Luar Kelas Diminta Disiapkan Guru dan Sekolah
Auri menilai pembelajaran di dalam kelas saja tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan siswa. Guru dan sekolah diminta mengambil terobosan lain agar siswa bersangkutan bisa membaca.
"Harus ada solusi lain (tidak hanya di dalam kelas) untuk mereka. Jangan dibiarkan ini. Ini dosa," kata bupati dalam rapat tersebut.
Menurut Auri, membiarkan siswa naik kelas tanpa kemampuan membaca dasar akan menyulitkan mereka di jenjang berikutnya. Ia mencontohkan siswa yang masuk SMP tetapi masih mengeja.
Syarat Kenaikan Kelas dan Kelulusan Diminta Diperketat
Bupati meminta sekolah menerapkan syarat lebih ketat dalam kenaikan kelas maupun kelulusan di setiap jenjang, dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sekolah yang belum bisa memenuhi syarat itu diminta tidak meluluskan siswa.
"Jangan kasih naik kelas begitu saja. Kalau belum tahu baca, tidak usah kasih naik (kelas atau lulus). Jangan sampai dia masuk SMP tapi baca saja masih eja. Kalau ada yang begitu jangan kasih naik dulu," ucap Auri.
Ia juga memberi jalan bagi sekolah yang merasa berat menerapkan aturan itu. Sekolah dapat menyampaikannya ke komite atau merujuk langsung pada instruksi bupati.
"Kalau ada sekolah yang berat, sampaikan ke komite. Atau sampaikan bahwa Bupati yang suruh. Bagaimana mau bicara mutu, kalau kondisinya seperti ini," lanjutnya.
Dinas Pendidikan Diminta Cari Jalan Keluar
Auri menekankan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Teluk Wondama berperan mencari jalan keluar agar kondisi tersebut tidak terus berlanjut. Persoalan ini, menurutnya, menjadi cermin bagi semua pihak.
"Dinas Pendidikan harus cari solusi juga. Ini jadi cermin bagi kita semua," tutup Auri.