JAYAPURA — Perwakilan Kampung Purnawajati dan Kampung Tabbeyan hadir dalam pertemuan yang menyoroti dua persoalan sekaligus: keterbatasan akses informasi layanan kesehatan dan kendala stok obat di puskesmas pembantu. TEP ITB Kluster Kesehatan menempatkan Lerehfarma.id sebagai jembatan informasi bagi warga wilayah SP 6 dan Tabbeyan.
Kepala Kampung Purnawajati menyambut antusias kedatangan tim. Ia menilai pemanfaatan teknologi membantu warga menjangkau informasi kesehatan, dan menekankan pentingnya pemahaman soal Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) agar pencegahan penyakit menular berjalan lebih baik.
Fitur Lerehfarma.id: dari Stok Obat hingga Kanal Pengaduan
Perwakilan Ketua Tim TEP ITB menyebut kecepatan memperoleh informasi sebagai kunci pelayanan kesehatan masyarakat. Platform digital lerehfarma.id diperkenalkan sebagai solusi lokal bagi warga di kawasan transmigrasi Lereh.
Melalui situs itu, masyarakat bisa mengakses sejumlah informasi:
- Fasilitas dan layanan kesehatan setempat.
- Ketersediaan serta stok obat-obatan.
- Materi edukasi penyakit dan data kesehatan.
- Kanal pengaduan masyarakat.
Peserta tidak hanya menerima pemaparan. Mereka diajak mempraktikkan langsung cara mengakses dan memakai fitur-fitur di dalam website tersebut.
Kader Soroti Stok Obat Batuk yang Menipis
Diskusi berlangsung terbuka soal dinamika pelayanan harian. Suster Lusi mempertanyakan alur pelaporan obat antar-Pustu. Tim menjelaskan bahwa Lerehfarma.id berfokus sebagai media informasi ketersediaan stok, sementara pengadaan dan distribusi fisik obat tetap mengacu tata kelola internal pelayanan kesehatan.
Sekretaris Kampung SP 6 dan Suster Jhellyana, nakes Tabbeyan, mengungkapkan kendala menipisnya stok obat, khususnya obat batuk untuk penderita ISPA. Persoalan itu menjadi catatan tersendiri di tengah efisiensi anggaran dan keterbatasan pasokan dari pusat.
Suster Sinta mengapresiasi kehadiran website tersebut. Menurutnya, transparansi informasi stok obat membantu warga agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh ketika stok di Pustu kosong. Ia juga mengimbau warga meningkatkan pencegahan mandiri.
Sanitasi Air Bersih dan Pencegahan Malaria hingga Skabies
Anggota TEP ITB memberi edukasi teknis kesehatan. Cindy Avici Hutauruk, S.Farm., menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan lingkungan keluarga, merespons keterbatasan sumber air bersih yang ditemukan di wilayah Distrik Yapsi.
Ranip Fahmi, S.E., MBA., memaparkan pencegahan dan penanganan Malaria, ISPA, serta Skabies (kudis). Peserta diajak menjadi kader penggerak informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Sesi diskusi juga diisi pembagian pengalaman kader setempat. Loes Lukma, Kader Malaria Kampung Tabbeyan, bercerita soal pendekatan door-to-door dalam pemeriksaan harian dan pendistribusian obat malaria. Suharti, Kader Malaria SP 6, menekankan pencegahan gigitan nyamuk lewat kelambu per kamar tidur, lotion anti-nyamuk, dan pakaian lengan panjang pada sore hari.
Poster Edukasi hingga Harapan Pelatihan Lanjutan
Sebagai langkah keberlanjutan, Tim TEP ITB menyerahkan poster-poster edukasi kesehatan untuk dipasang di setiap Pustu sebagai media edukasi visual jangka panjang.
Kepala Kampung Tabbeyan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara dan berharap pelatihan serupa terus berlanjut melalui kolaborasi pemerintah kampung dan para kader.
Tim TEP ITB Kluster Kesehatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan, termasuk Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Direktorat Pengabdian.