Pencarian

Universitas Musamus Merauke Latih 32 Warga Kampung Nasem Membibitkan Mangrove

Kamis, 22 Oktober 2026 • 11:16:31 WIB
Universitas Musamus Merauke Latih 32 Warga Kampung Nasem Membibitkan Mangrove
Peserta pelatihan pembibitan mangrove mengikuti arahan dosen Universitas Musamus Merauke di Kampung Nasem.

MERAUKE — Peserta pelatihan terdiri atas penyuluh pertanian lapangan (PPL), mahasiswa, warga Kampung Nasem, dan dosen Universitas Musamus. Materi pembibitan disampaikan Reny Sianturi, dosen Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Musamus Merauke.

Universitas Musamus menjadi salah satu perguruan tinggi yang terpilih dalam program in-saintek. Program itu dikelola Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Mengapa Pembibitan Jadi Tahap Awal Rehabilitasi Pesisir

Peserta mendapat pengetahuan soal pembibitan mangrove sebagai tahap awal rehabilitasi dan pemulihan ekosistem pesisir. Materi mencakup fungsi ekologis mangrove, jenis-jenis mangrove, hingga cara memilih propagul dan media tanam yang berkualitas.

Pemeliharaan bibit sebelum dipindahkan ke lokasi rehabilitasi juga masuk dalam pelatihan. Warga Kampung Nasem diajak memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam.

Kualitas bibit, kesesuaian jenis dengan kondisi lingkungan, serta pemantauan setelah penanaman sama menentukan. Pengetahuan itu yang coba ditanamkan lewat pelatihan di kampung pesisir tersebut.

Kolaborasi Kampus dan Warga di Kampung Nasem

Pelibatan warga, mahasiswa, PPL, dan dosen membuka ruang pertukaran pengalaman. Jejaring kolaborasi ini dinilai penting untuk pengelolaan sumber daya pesisir di Papua Selatan.

Lewat program in-saintek, pengetahuan akademik diharapkan berubah jadi keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan warga setempat. Universitas Musamus menargetkan ilmu yang dibagikan diterapkan dalam pembibitan, pemeliharaan, dan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi jalan bagi kampus memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar sains dan teknologi. Partisipasi publik pada isu-isu ilmiah jadi sasaran berikutnya.

Semangat "Nasem Blue Green Innovation" diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat pesisir yang lebih berdaya, adaptif, dan peduli kelestarian lingkungan. Universitas Musamus menyatakan komitmen mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan wilayah pesisir Papua Selatan.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suryapapua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks