PAPUA — Pengguna baru yang mendaftar akun Google kini mendapati kapasitas penyimpanan gratis mereka langsung dipangkas hingga tersisa 5 GB. Angka ini jauh di bawah standar 15 GB yang selama ini dinikmati pengguna Gmail dan Google Drive selama bertahun-tahun.
Google memang memberikan opsi untuk mengembalikan kuota ke 15 GB, tetapi syaratnya adalah pengguna wajib menautkan nomor ponsel aktif. Strategi ini dinilai sebagai taktik agresif Google untuk mengumpulkan data identitas pengguna dengan kedok peningkatan keamanan akun.
Bagi sebagian besar orang, ruang penyimpanan sebesar 5 GB akan habis dalam hitungan bulan. File lampiran email, dokumen kerja di Drive, hingga cadangan data otomatis dari ponsel Android akan dengan cepat memenuhi kapasitas yang sangat terbatas tersebut.
Analisis penggunaan menunjukkan bahwa dokumen teks, basis data kontak, dan email sebenarnya hanya memakan ruang yang sangat kecil. Tanpa file foto dan video, konsumsi penyimpanan cloud rata-rata pengguna selama sepuluh tahun bahkan tidak mencapai 3 GB.
Masalahnya, Google Photos secara otomatis mencadangkan setiap gambar yang diambil lewat kamera ponsel pintar. Hal inilah yang memaksa pengguna untuk terus membayar biaya langganan Google One demi menghindari peringatan memori penuh.
Membagi file ke berbagai layanan cloud gratis seperti OneDrive atau Proton Drive bisa menjadi solusi sementara. Namun, metode ini memaksa pengguna mengelola banyak akun sekaligus dan menghadapi risiko kebocoran data atau perubahan kebijakan layanan secara mendadak.
Dibandingkan menyewa server NAS (Network Attached Storage) yang rumit dan mahal, penggunaan perangkat keras lokal jauh lebih praktis untuk pengguna awam. Komputer meja atau laptop dengan kapasitas penyimpanan internal minimal 1 TB dapat dimanfaatkan sebagai pusat data pribadi.
Pengguna dapat menerapkan metode pencadangan berkala dengan memindahkan foto dari Google Photos ke komputer setahun sekali. Setelah diunduh, file tersebut dikompresi dan disimpan ke dalam hard disk eksternal sebagai cadangan fisik yang aman dari peretasan online.
Langkah ini memutus ketergantungan pada biaya langganan bulanan cloud yang harganya terus merangkak naik. Penyimpanan fisik memastikan kepemilikan penuh atas data pribadi tanpa perlu khawatir aturan platform berubah sewaktu-waktu.