JAYAPURA — TPA Koya Koso di Distrik Muara Tami kian tertekan oleh volume sampah yang terus menggunung. DLHK Kota Jayapura mencatat, pada hari biasa produksi sampah mencapai 240 ton per hari dan bisa naik 25 persen lebih saat momen keagamaan.
“Kalau hari biasa, sampah yang masuk ke TPA sebanyak 240 ton per hari, namun pada hari raya keagamaan bisa sampai 300 ton per hari,” kata Plt Kepala DLHK Kota Jayapura Simon Petrus Koirewoa, Rabu.
Simon membeberkan, armada pengangkut sampah yang dimiliki DLHK saat ini terdiri dari 14 unit mobil roda empat, 14 unit mobil ambrol, dan 36 unit dump truck. Namun jumlah itu dinilai belum ideal untuk menjangkau seluruh titik di Kota Jayapura.
“Kendaraan yang kami miliki belum bisa menjangkau seluruh wilayah, karena masing-masing sudah ditentukan rutenya, baik di jalan raya maupun kompleks perumahan,” ujarnya.
Akibatnya, sejumlah kawasan masih minim pelayanan. Di antaranya Koya Barat, Koya Timur, Distrik Muara Tami, dan beberapa kampung di sekitar perkotaan. Untuk wilayah Koya saja, hanya tiga armada yang dikerahkan—dua dump truck dan satu mobil ambrol.
Simon mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Langkah ini dinilai krusial agar TPA Koya Koso tidak cepat penuh dan usia pakainya bisa lebih panjang.
“Kami berharap ke depan ada pihak ketiga yang mau berinvestasi di bidang persampahan, karena ada sampah yang bernilai ekonomi,” kata Simon.
Persoalan sampah di Kota Jayapura bukan hanya soal volume, melainkan juga distribusi armada dan kesadaran warga. Tanpa pemilahan dari rumah dan investasi pengelolaan sampah bernilai ekonomi, TPA Koya Koso diprediksi akan semakin cepat mencapai kapasitas maksimalnya.