JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua menempatkan pendekatan berbasis budaya sebagai fondasi utama dalam setiap perencanaan pembangunan daerah. Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait mendorong Analis Papua Strategis (APS) untuk menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga selaras dengan kearifan lokal masyarakat adat.
“Pembangunan Papua tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik tetapi juga pembangunan manusia, penguatan budaya, inovasi pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan harmonisasi sosial,” ujar Christian saat memberikan sambutan pada konferensi APS di Jayapura, Jumat.
Christian menjelaskan seluruh arah pembangunan daerah saat ini diselaraskan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Papua yaitu “Papua Cerah” atau Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmoni. Menurutnya, Papua yang cerdas berarti masyarakat memiliki akses pendidikan berkualitas serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.
Sementara itu, Papua yang sejahtera dimaknai sebagai pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata hingga ke kampung dan wilayah adat. Termasuk melalui penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing komunitas adat.
“Papua yang harmoni juga menjadi bagian penting karena seluruh proses pembangunan harus menjaga persatuan, menghormati keberagaman budaya, serta memperkuat kehidupan sosial yang damai dan berkeadilan,” kata Christian.
Christian menambahkan APS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan gagasan pembangunan berbasis data, kajian akademik, dan pengalaman sosial masyarakat Papua. Forum konferensi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret dan inovasi kebijakan.
“Kami berharap konferensi APS tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret, inovasi kebijakan, dan langkah kolaboratif untuk mendukung percepatan pembangunan Papua yang berkelanjutan dan bermartabat,” ujarnya.
Konferensi APS di Jayapura ini menjadi momentum bagi para analis untuk menyusun rekomendasi yang aplikatif. Pemerintah Provinsi Papua berharap hasil kajian APS dapat mempercepat pembangunan yang tidak hanya mengukur keberhasilan dari sisi fisik, tetapi juga dari penguatan identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.