JAYAPURA — Perbakin Papua menggelar JRB Open 2026 yang diikuti 82 penembak dari berbagai klub di Papua, Sabtu (30/5/2026). Ketua Umum Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw (JBR), menyebut ajang ini menjadi tolok ukur kemampuan atlet sekaligus bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Lomba ini terkesan mendadak, tetapi bagi atlet yang ingin berprestasi tidak boleh ada istilah mendadak. Atlet harus siap setiap saat untuk bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata JBR.
Kejuaraan ini mempertandingkan tiga nomor utama: Benchrest Heavy Rifle 25 meter, Benchrest Heavy Rifle 50 meter, dan Multirange 18-41 meter. Ketua Panitia JRB Open 2026 yang juga Sekretaris Umum Perbakin Papua, Dr. Soponyono, mengatakan nomor-nomor ini merupakan kategori strategis yang akan diperlombakan pada PON NTB.
“Nomor ini memiliki potensi besar untuk meraih medali. Karena itu, kami meminta seluruh atlet, termasuk atlet junior, untuk mempersiapkan diri dengan serius agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Soponyono.
JBR menegaskan, Perbakin Papua tetap konsisten menjalankan program pembinaan atlet meskipun situasi olahraga di Papua dinilai kurang bergairah. Ia mengapresiasi pengurus provinsi, pengurus cabang, dan klub-klub menembak yang terus aktif melakukan pembinaan.
“Perbakin Papua tetap eksis melakukan pembinaan prestasi. Baik di tingkat klub, pengcab, provinsi maupun nasional, kegiatan dan perlombaan terus berjalan,” tegas mantan Ketua DPR Papua tersebut.
JBR mengklaim, konsistensi pembinaan telah terbukti dengan kontribusi Perbakin Papua yang mampu menyumbangkan medali pada dua edisi PON sebelumnya. Ia menyebut, target utama saat ini adalah kembali menyumbangkan medali bagi Papua pada PON mendatang, terlepas dari dukungan KONI.
“Dibantu atau tidak dibantu oleh KONI, kami tetap menjalankan pembinaan. Target kami adalah kembali menyumbangkan medali bagi Papua pada PON mendatang,” katanya.
Rangkaian pembinaan akan berlanjut pada Juni 2026 melalui ajang Bhayangkara Cup. Soponyono berharap peserta JRB Open dapat mengajak atlet atau penembak baru untuk ikut berpartisipasi.
JBR mengajak seluruh atlet memanfaatkan fasilitas Lapangan Tembak Perbakin Papua yang terbuka setiap saat. Menurutnya, atlet tidak boleh hanya berlatih saat ada event, mengingat PON semakin dekat.
“Jangan hanya berlatih saat ada event. Lapangan ini terbuka setiap hari dan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan karena PON sudah semakin dekat,” imbuhnya.