PAPUA — Hari Lahir Pancasila tahun ini jatuh pada hari kerja dan telah ditetapkan sebagai libur nasional. Pemerintah memperkirakan akan ada gelombang mobilitas masyarakat untuk mengikuti upacara, kegiatan komunitas, hingga liburan keluarga. BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi cuaca di masing-masing wilayah sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Pada dini hari, cuaca ekstrem berupa petir diprakirakan terjadi di Kota Gorontalo dan Kota Ternate. Sementara itu, kabut atau asap menyelimuti Kabupaten Jayawijaya dan Kota Palu. Kota Padang serta Kota Bengkulu juga dilaporkan mengalami udara kabur pada pagi hari.
Kota Kupang dan Kota Tarakan menjadi dua wilayah dengan kondisi paling cerah, diprediksi cerah dari dini hari hingga malam. Sebaliknya, sejumlah kota di Sumatera seperti Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diperkirakan diselimuti berawan tebal sepanjang hari.
Memasuki siang hari, hujan ringan diprediksi turun di Kota Serang, Bandung, dan Samarinda. Kota Banjarmasin menjadi satu-satunya wilayah yang diperkirakan mengalami hujan petir pada siang hari. Pada malam hari, hujan ringan merata di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta Pusat, Bandung, Ambon, dan Jayapura.
BMKG mencatat, Kota Makassar dan Kota Denpasar akan mengalami transisi cuaca dari berawan tebal pada pagi menuju cerah berawan pada siang hari. Kondisi ini dinilai cukup bersahabat bagi masyarakat yang berencana mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan terbuka.
Berikut prakiraan cuaca lengkap untuk 39 kota di Indonesia pada 1 Juni 2026 berdasarkan data BMKG:
BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum bepergian, terutama bagi yang merencanakan perjalanan jarak jauh saat libur panjang.