JAYAPURA — Sebanyak tiga kategori aset prioritas menjadi sasaran utama sensus Barang Milik Daerah (BMD) yang digelar BPKAD Kota Jayapura pada Juli 2026. Kepala BPKAD Kota Jayapura Desi Wanggai menyebut kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan fondasi pengelolaan kekayaan daerah.
Dari total aset yang akan didata, kendaraan dinas mendapat perhatian khusus. Pihak BPKAD akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan data fisik kendaraan sesuai dengan catatan administrasi di masing-masing kantor.
"Kami meminta jajaran dinas untuk memastikan seluruh barang di kantor masing-masing tercatat dengan baik," ujar Desi Wanggai di Jayapura, Selasa.
Menurut Desi, sensus BMD merupakan agenda periodik yang digelar setiap lima tahun. Penekanannya pada pencatatan riil di lapangan untuk memberikan kepastian hukum atas setiap aset yang dimiliki pemerintah daerah.
"Sensus ini bukan sekedar rutinitas administrasi melainkan fondasi untuk memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan dalam aset benar-benar tercatat dan termanfaatkan secara optimal," katanya.
Dalam proses sensus kali ini, BPKAD memanfaatkan teknologi digital. Aplikasi e-BMD yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) digunakan untuk mencatat dan memverifikasi data aset secara elektronik.
Desi menambahkan, data yang akurat dari hasil sensus akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Kebijakan ke depan terkait pemeliharaan, pemanfaatan, hingga penghapusan aset yang sudah tidak produktif bisa diambil berdasarkan data tersebut.
"Data yang akurat menjadi kunci untuk menghindari kebocoran aset sekaligus memastikan bahwa barang milik daerah benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kota Jayapura," ujarnya.