SENTANI — Ratusan orang tua dan wali calon siswa baru memadati kegiatan sosialisasi visi, misi, serta program kerja SMKS YPKP Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sentani untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Acara ini dirancang sebagai ruang dialog antara sekolah, keluarga, calon siswa, dan mitra industri guna membangun sinergi dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten.
Kepala SMKS YPKP TIK Sentani, Dr. Muhaimin, S.Pd.I., S.A.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan orang tua kepada sekolah. Menurutnya, kepercayaan itu merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar karena sekolah telah menjadi pilihan utama dalam mendidik putra-putri terbaik Papua.
Sekolah membuka empat konsentrasi keahlian sebagai jalur pengembangan masa depan peserta didik. Keempatnya adalah Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving, Manajemen Perkantoran, Akuntansi, serta Desain Komunikasi Visual. Pemilihan konsentrasi didasarkan pada minat siswa, potensi diri, peluang industri, dan dukungan orang tua.
Program unggulan sekolah diperkuat melalui Kelas Industri BCA Cash Management Academy, Axioo Class Program, Teaching Factory, Praktik Kerja Lapangan, dan Bursa Kerja Khusus. Melalui program ini, peserta didik dibiasakan mengenal budaya kerja, etika profesi, pelayanan prima, dan keterampilan digital sejak dini.
Visi SMKS YPKP TIK Sentani adalah mewujudkan sekolah yang religius, berkarakter, kompeten, mandiri, dan peduli lingkungan dalam semangat Pancasila. Visi ini diterjemahkan ke dalam tujuh pilar misi, mulai dari penguatan nilai religius, penciptaan iklim belajar aman dan kreatif, peningkatan kompetensi standar industri, hingga pembiasaan budaya bersih dan peduli lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum dapat menerima seluruh calon peserta didik yang berminat. Keterbatasan sarana dan prasarana, terutama ruang belajar dan ruang praktik, menjadi pertimbangan utama agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan sesuai standar mutu pendidikan vokasi.
"Dengan sinergi sekolah, orang tua/wali, siswa, industri, yayasan, dan masyarakat, sekolah optimis dapat terus melahirkan generasi muda Papua yang berdaya saing, berakhlak, adaptif, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara," ucap Muhaimin.
Sekolah menegaskan bahwa orang tua atau wali merupakan mitra utama dalam mendampingi proses belajar. Dukungan yang diharapkan meliputi pengawasan penggunaan teknologi, penguatan karakter, pemantauan kehadiran, serta menjaga motivasi anak agar berkembang sesuai minat dan potensinya. Sekretaris penerimaan murid baru, Andika Bayuaji, menambahkan bahwa pendaftaran masih terbuka bagi calon siswa yang memenuhi kuota dan persyaratan.