JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar penemuan cadangan emas dan mineral raksasa di Pegunungan Papua saat meresmikan peluncuran mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Ia menyebut laporan itu baru diterima dari tim di lapangan.
"Saya baru dapat laporan, baru saja ekspedisi ilmiah kita yang baru berjalan 2-3 minggu di Pegunungan Papua, tim dari BRIN dengan beberapa Universitas, dibantu TNI menemukan cadangan emas dan cadangan mineral yang sangat besar," ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Menurut Prabowo, ekspedisi ilmiah ini masih dalam tahap awal. Meski baru berlangsung pekan-pekan terakhir, hasil sementara sudah menunjukkan potensi sumber daya alam yang luar biasa di wilayah timur Indonesia.
Prabowo optimistis prospek masa depan Indonesia semakin menjanjikan berkat kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Ia menekankan temuan ini menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan ekonomi dan memperkuat kemandirian energi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyebut Indonesia baru menemukan cadangan gas berukuran besar di sejumlah wilayah strategis. "Cadangan gas yang sangat besar, baru saja kita menemukan gas di Andaman, kita masih punya ladang besar di Masela, di Maluku Barat Daya, di Natuna," kata Prabowo.
"Di Kalimantan kita juga temukan baru saja ladang-ladang besar dan baru kita ketahui," sambungnya.
Prabowo menegaskan Indonesia merupakan negara yang dianugerahi sumber daya alam sangat besar, mulai dari panas bumi, mineral, batu bara, hingga cadangan gas alam yang tersebar di berbagai wilayah. Temuan di Papua ini menambah daftar panjang potensi sumber daya alam yang belum tergarap maksimal.
Ekspedisi ilmiah di Pegunungan Papua disebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga. BRIN memimpin riset, sementara TNI memberikan dukungan logistik dan keamanan di medan yang sulit dijangkau. Keterlibatan TNI menjadi krusial mengingat kondisi geografis Pegunungan Papua yang terjal dan terisolasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti, estimasi volume cadangan, maupun nilai ekonomis temuan emas tersebut. Publik masih menunggu laporan resmi dari BRIN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai tindak lanjut pengumuman Presiden.