JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua menggandeng Telkomsel untuk mempercepat transformasi digital di wilayah yang selama ini kesulitan sinyal. Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen secara langsung meminta operator BUMN itu memperluas jaringannya ke titik-titik blank spot yang tersebar di berbagai pelosok.
Menurut Aryoko, tantangan fiskal yang dihadapi pemda membuat kolaborasi dengan BUMN dan swasta menjadi krusial. Tanpa sinergi, pemerataan layanan digital hanya akan berjalan lambat.
"Kami sangat menyambut baik komitmen Telkomsel dalam mendukung pembangunan sektor telekomunikasi melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah," kata Aryoko di Jayapura, Jumat.
Dalam audiensi yang digelar pada Rabu (8/7) lalu, kedua pihak membahas penguatan jaringan telekomunikasi yang difokuskan pada empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Aryoko menekankan bahwa infrastruktur telekomunikasi adalah pengungkit pembangunan.
"Terutama di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sehingga perlu memperkuat sinergi dengan Telkomsel agar masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal dapat segera memperoleh layanan telekomunikasi yang memadai," ujarnya.
Tidak sekadar perluasan jaringan fisik, diskusi tersebut juga menyentuh pengembangan platform digital. Pemerintah Papua ingin memanfaatkan ekosistem digital untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih efisien.
Melalui sinergi ini, Pemprov Papua berharap akses digital bisa merata hingga ke kampung-kampung. Targetnya, pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bisa terwujud, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua.