PUNCAK — Sejak pagi, personel berkeliling menyusuri lapak-lapak pedagang di Pasar Sinak. Mereka tidak sekadar memantau situasi, tetapi juga berdialog langsung dengan warga yang tengah bertransaksi. Pendekatan humanis ini menjadi ciri khas patroli yang tidak mengganggu ritme jual beli.
Salah seorang pedagang, Yohanes Wenda, mengaku aktivitasnya terasa lebih nyaman sejak aparat rutin hadir di pasar. "Kalau kondisi aman, pembeli juga datang ke pasar. Kami bisa berjualan dengan tenang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Polisi juga sering menyapa dan bertanya keadaan kami. Semoga situasi seperti ini terus terjaga," ujarnya.
Kutipan itu mencerminkan dampak langsung dari patroli dialogis terhadap perekonomian warga. Tanpa rasa was-was, transaksi di pasar bisa berlangsung normal.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keamanan adalah fondasi utama bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. "Kami terus menghadirkan personel di tengah masyarakat melalui patroli humanis agar warga merasa aman dalam beraktivitas, baik berjualan, berbelanja, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Kaops.
Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya Satgas menjaga stabilitas di pusat-pusat keramaian. Pasar Sinak menjadi salah satu titik fokus karena perannya sebagai denyut nadi ekonomi warga.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa komunikasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci. "Kami terus mengedepankan pendekatan dialogis agar setiap informasi maupun potensi gangguan dapat diketahui lebih dini," kata Wakaops.
Patroli ini akan dilakukan secara berkala. Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif sehingga warga dapat menjalankan kegiatan ekonomi tanpa hambatan.