BINTUNI — Penutupan Pesparani Katolik IV tingkat Provinsi Papua Barat berlangsung khidmat di Teluk Bintuni, Jumat malam. Bupati Yohanis Manibuy menabuh tifa sebagai tanda resmi berakhirnya pesta paduan suara gerejani yang telah digelar sejak empat hari sebelumnya.
Dalam sambutannya, Yohanis menyebut Teluk Bintuni selama empat hari terakhir menjadi "rumah bersama" bagi seluruh kontingen. Menurut dia, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bukti bahwa iman dan persaudaraan mampu menyatukan masyarakat Papua Barat.
Bupati mengibaratkan paduan suara yang hanya harmonis jika setiap penyanyi saling mendengar dan melengkapi. Ia menekankan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Papua Barat yang damai dan maju.
"Empat hari ini Teluk Bintuni menjadi rumah bersama. Kita tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga melihat bagaimana iman, kasih, dan persaudaraan mampu menyatukan masyarakat Papua Barat dalam satu harmoni," ujar Yohanis dalam pidatonya.
Yohanis mengajak seluruh peserta membawa pulang nilai toleransi, gotong royong, kerendahan hati, dan kasih ke daerah masing-masing. Ia juga memberikan motivasi khusus bagi peserta yang belum berhasil meraih juara.
"Tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus," kata bupati.
Bagi peserta yang berprestasi, ia mendorong agar terus mengembangkan talenta untuk menghadapi Pesparani tingkat nasional.
Yohanis menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LP3KD Papua Barat, para pastor, dewan juri, TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, dan masyarakat Teluk Bintuni. Apresiasi khusus diberikan kepada Wakil Bupati Joko Lingara selaku Ketua Panitia dan Ketua Kontingen Teluk Bintuni Nurdiana Lingara.
"Keberhasilan Teluk Bintuni menjadi tuan rumah adalah bukti nyata toleransi dapat diwujudkan melalui kerja sama dan pengabdian seluruh elemen masyarakat," ujar Yohanis.
Mengakhiri sambutan, bupati membacakan pantun yang disambut tepuk tangan peserta:
"Burung cenderawasih terbang ke kiri,
Singgah sejenak di daun keladi.
Meski langkah kembali sendiri-sendiri,
Namun doa dan persaudaraan tetap satu di hati."
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara bersyukur amanah penyelenggaraan dapat dituntaskan dengan baik. Ia mengingatkan peserta untuk membawa hal-hal baik dari Teluk Bintuni dan meninggalkan kekurangan sebagai pelajaran bagi tuan rumah berikutnya.
"Saya hanya menjalankan amanah. Perintah itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Kalau ada yang baik di Teluk Bintuni silakan dibawa. Kalau ada yang kurang, tinggalkan dan jadikan pelajaran agar tuan rumah berikutnya bisa lebih baik," kata Joko.