Fisip Uncen Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Mahasiswa dari Sembilan Fakultas di Jayapura

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:27:30 WIB
Mahasiswa dari sembilan fakultas Uncen mengikuti pelatihan jurnalistik di Jayapura.

JAYAPURA — Sebanyak 30 mahasiswa dari sembilan fakultas di Universitas Cenderawasih (Uncen) mengikuti pelatihan jurnalistik sehari yang digelar Fisip Uncen, Sabtu (12/7/2027). Pelatihan bertema “Membentuk Mahasiswa yang Kritis, Kreatifitas dan Melek Media” ini berlangsung di ruang kuliah Prodi Manajemen Administrasi Perkantoran Kampus Uncen Abepura.

Wakil Dekan III Fisip Uncen, Apner Krei, S.Sos. M.Si, saat membuka acara mengatakan pelatihan ini sebagai upaya agar mahasiswa memahami literasi media dan kemampuan untuk bertanggung jawab. “Pelatihan ini bertema membentuk mahasiswa yang kritis, kreatifitas dan melek media. Meskipun semua peserta pelatihan terdiri dari mahasiswa sembilan Fakultas dari Uncen,” kata Apner Krei.

Dasar-Dasar Penulisan Berita hingga Teknik Wawancara

Dosen Fisip Uncen, Dr. Gabriel Maniagasi, M.Si, yang memiliki latar belakang jurnalis, menyampaikan materi tentang piramida terbalik dan dasar-dasar utama penulisan berita. Ia menjelaskan unsur Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana (Adik Simba) kepada para peserta.

Maniagasi, mantan wartawan Jubi dan Suara Pembaruan, menekankan pentingnya menulis fakta dan bukan opini pribadi dalam sebuah berita. “Hanya saja kalian harus mengingat bahwa dalam menulis berita harus menuliskan fakta dan bukan memasukan opini pribadi,” ujarnya. Materi lain yang diberikan meliputi Pengantar Jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Anatomi Berita.

Editor senior Jubi, Dominggus A Mampioper, memberikan materi teknik wawancara, reportase, dan penulisan berita. Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga tertarik membahas mengenai Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mahasiswa Antusias Bahas Penggunaan AI dalam Penulisan

Seorang peserta dari jurusan Hubungan Internasional (HI) Fisip, Pigay, menyatakan bahwa penggunaan AI dalam mengerjakan tugas sangat tergantung dari penggunanya. “Bagi saya pemanfaatan AI atau kecerdasan buatan ini hanya sebagai pembantu dalam mempercepat tugas tetapi keputusan berada di tangan pengguna,” kata Pigay.

Pendapat Pigay didukung oleh sebagian besar mahasiswa peserta pelatihan. Mereka menilai AI sangat membantu dan memberikan manfaat dalam penulisan karya tulis.

Menanggapi hal itu, Gabriel Maniagasi mengatakan bahwa dalam perkembangan teknologi saat ini, AI juga bisa membantu wartawan dalam penulisan berita. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan wawasan mahasiswa di sembilan fakultas Uncen terhadap dunia jurnalistik dan literasi media.

Reporter: Sutomo
Sumber: jubi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top