JAYAPURA — Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyebut MTQ sebagai wadah strategis mengembangkan minat dan bakat generasi muda Muslim, sekaligus menanamkan nilai-nilai Al Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tameng efektif melawan pengaruh negatif yang marak di kalangan remaja.
Rustan secara spesifik menyoroti tiga persoalan yang mengintai pelajar di Jayapura: pergaulan bebas, tawuran, dan narkoba. "Penting sekali membawa generasi muda untuk dekat kepada hal yang positif dan salah satunya adalah kegiatan MTQ," ujarnya di Jayapura, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan kontingen Kota Jayapura menuju MTQ Ke-31 tingkat Provinsi Papua pada 2026. Pemerintah kota memandang kompetisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk akhlak remaja.
Manajer MTQ Kota Jayapura Abdul Majid mengapresiasi dukungan penuh Pemkot terhadap keikutsertaan kontingen. Kota Jayapura mengirimkan 38 anggota kafilah yang akan bertanding di berbagai cabang lomba, mencakup kategori putra dan putri.
"Kami berharap kafilah Kota Jayapura mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ tingkat Provinsi Papua pada 2026," kata Abdul Majid.
Jumlah 38 kafilah yang dikirim menunjukkan keseriusan Pemkot dalam pembinaan generasi muda berbasis agama. Tidak disebutkan secara rinci cabang lomba yang diikuti, namun ajang MTQ tingkat provinsi biasanya melombakan tilawah, tahfiz, tafsir, hingga kaligrafi Al Quran.
Kontingen Kota Jayapura dijadwalkan bertanding pada 2026 mendatang. Persiapan saat ini difokuskan pada pembinaan intensif agar para peserta mampu bersaing dengan kafilah dari kabupaten dan kota lain di Papua.
Bagi warga Kota Jayapura, pengiriman kontingen ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mengalihkan perhatian remaja dari aktivitas destruktif. Program pembinaan MTQ diharapkan menjangkau lebih banyak kampung dan kelurahan, tidak terbatas pada peserta lomba semata.
Pemkot juga diharapkan mengalokasikan anggaran pembinaan berkelanjutan agar efek positif MTQ tidak berhenti setelah kompetisi usai. Rustan menekankan bahwa nilai-nilai Al Quran harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat berlomba.